Mataram (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) membantu para siswa memahami materi dan lebih siap menghadapi soal-soal tes kemampuan akademik (TKA).

Wamen Fajar menegaskan, kehadiran IFP di sekolah-sekolah merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembelajaran yang lebih interaktif.

"IFP di sekolah-sekolah ini adalah perintah Bapak Presiden Prabowo. Tujuannya agar pembelajaran lebih interaktif dan membantu anak-anak memahami materi dengan lebih baik," ujarnya dalam kunjungan kerja selama dua hari 13-14 April 2026, meninjau pelaksanaan dan kesiapan tes kemampuan akademik (TKA) di sejumlah sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Secara resmi, TKA jenjang SMP/sederajat berlangsung pada 6-16 April 2026, sedangkan TKA jenjang SD/sederajat dijadwalkan pada 20-30 April 2026.

Fajar mengatakan bahwa TKA tidak perlu ditakuti. Untuk itu, diingatkan para siswa tidak takut.

"TKA tidak menentukan kelulusan. Ini untuk memotret kemampuan akademik kita, terutama literasi dan numerasi agar nilai PISA kita naik. Jangan takut. Jadikan ini bagian dari proses belajar," pesan Wamen Fajar saat berdialog dengan para siswa.

Selain memantau pelaksanaan TKA, Wamen Fajar juga menegaskan bahwa kunjungannya ke berbagai sekolah di NTB selama dua hari ini untuk menegaskan visi besar Pak Menteri Abdul Mu’ti untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

"Kami ingin menegaskan bahwa negara hadir untuk semua," tegasnya.

Baca juga: Wamen Fajar sebut siswa NTB apresiasi Program MBG

Di akhir kunjungan, Wamen Fajar menekankan pentingnya karakter di tengah perkembangan teknologi.

"Di tengah kemajuan kecerdasan buatan, yang paling mahal adalah karakter. Kepintaran bisa dilatih cepat, tetapi karakter dibangun bertahun-tahun dan kecerdasan bisa dicari, tetapi karakter tidak bisa dibeli," katanya.

Dalam beberapa agenda, kunjungan ini Wamen Fajar turut didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Pak Wamen Fajar di NTB. Kunjungan ini menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan dan semua satuan pendidikan terutama di NTB yang kondisi masyarakatnya cukup beragam," ujar Gubernur NTB.

Baca juga: Wamendikdasmen: Pemerintah tidak membedakan sekolah swasta dan negeri

Sementara dalam beberapa dialog dengan Wamen Fajar, siswa yang tengah mengikuti TKA mengaku soal berbasis cerita menjadi tantangan tersendiri.

"Tantangan soal TKA ada di model cerita, jadi lumayan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan soalnya," kata seorang siswi.

Siswa lain menambahkan sejak pakai IFP, materi jadi lebih mudah dipahami dan membantu latihan mereka untuk beberapa soal TKA.

Rangkaian kunjungan Wamen Fajar di NTB selama dua hari mencakup SD Dwijendra Mataram, SMP Negeri 6 Mataram, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 16 Lombok Barat di Sentra Paramita Mataram, Mu'allimin Muhammadiyah Lombok Barat, SMP Islam Roja Husnul Khotimah, SMA Katolik Kesuma Mataram yang telah menerima bantuan revitalisasi untuk perbaikan atap dan plafon sekolah, hingga SMK Plus Munirul Arifin NW Praya.

https://whatsapp.com/channel/0029VacPaptKrWR5kjjDmn1D



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026