"Tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi itu untuk warga miskin,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) merancang program penukaran dua tabung gas 3 kilogram dengan satu tabung gas 5 kilogram guna meningkatkan pembelian gas nonsubsidi bagi aparatur sipil negara (ASN).
"Tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi itu untuk warga miskin," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Rabu.
Ia pun program larangan pembelian gas bersubsidi bagi ASN tersebut diterapkan secara bertahap dengan dimulai dari para pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
"Kami mulai dari pejabat dulu seperti eselon II dan III. Mereka ini harus menggunakan gas elpiji nonsubsidi yang tabung gas itu warna pink," katanya.
Program penukaran tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dengan tabung gas nonsubsidi bagi ASN tersebut mendapat dukungan dari DPRD Lombok Tengah.
"DPRD juga setuju dengan program ini, supaya gas elpiji bersubsidi itu tepat sasaran," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya program pembelian tabung gas nonsubsidi bagi ASN tersebut, kuota gas elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu tersebut tidak dipakai oleh orang kaya.
"Begitu juga dengan dapur MBG mereka wajib menggunakan tabung gas elpiji nonsubsidi," katanya.
Ia mengatakan stok gas elpiji bersubsidi di Lombok Tengah saat ini tidak ada kelangkaan dan pihak-pihak telah melakukan koordinasi dengan Pertamina dalam mempercepat pendistribusian guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Sedangkan terkait dengan adanya pembelian gas elpiji 3 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET) pihaknya langsung turun melakukan klarifikasi begitu ada laporan.
"Kalau di pangkalan harga tetap sesuai aturan, yang terjadi itu di pengecer. Jumlah kuota gas elpiji bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu di Lombok Tengah mencapai 24 ribu metrik ton per tahun," katanya.
Ia mengimbau kepada para agen maupun pangkalan untuk sama-sama memberikan edukasi kepada para pengecer untuk tidak menjual gas elpiji 3 kilogram yang terlalu tinggi jauh dari harga HET.
"Dijual sewajarnya, agar tidak merugikan masyarakat luas," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026