Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan keberhasilan daerah setempat berpredikat 10 besar kota paling maju di Indonesia, berdasarkan indeks daya saing daerah tahun 2025, menjadi tantangan menjaga keselarasan pembangunan daerah.
"Pencapaian ini kami sambut dengan penuh rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Kota Mataram sebab tanpa dukungan dari warga kota, predikat tersebut belum tentu bisa kami raih," katanya di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Dia mengatakan hal tersebut menyikapi hasil rilis Kota Termaju versi BRIN yang didasarkan indeks daya saing daerah dengan empat komponen indikator, yakni investasi, inovasi, pelayanan publik, serta produktivitas. Dalam rilis BRIN tersebut, Kota Mataram berhasil masuk 10 besar kota maju di Indonesia.
Ia mengatakan perolehan predikat Kota Maju menjadi tantangan untuk menjaga dan menyelaraskan pembangunan serta memastikan persoalan fundamental yang masih dihadapi bisa dikoreksi di tahun-tahun mendatang.
Seiring dengan transformasi menjadi kota maju, pihaknya menyadari adanya konsekuensi logis, yakni meningkatnya daya tarik kota bagi pendatang.
"Pertumbuhan penduduk yang pesat selalu diikuti oleh munculnya persoalan sosial dan lingkungan sehingga salah satu fokus utama kami adalah pengelolaan sampah," katanya.
Ia mengakui pertambahan populasi menjadi pemicu utama meningkatnya volume sampah di Mataram.
Baca juga: Dompu fokus wujudkan Kota Hijau, RTH Karijawa simbol pembangunan berkelanjutan
Pemerintah kota berkomitmen memastikan seluruh dampak dari pertumbuhan populasi ini dapat ditangani dengan kebijakan fiskal maupun program kerja yang tepat.
Mataram juga mencatatkan prestasi dalam bidang ketenagakerjaan. Kota Mataram berhasil masuk dalam tiga besar daerah yang mampu menanggulangi angka pengangguran terbuka.
Keberhasilan itu, katanya, didukung data yang menunjukkan kemampuan kota dalam mereduksi jumlah pengangguran, terutama bagi lulusan terdidik.
Baca juga: Mataram raih peringkat dua sebagai kota paling maju luar Pulau Jawa
Pada 2024 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Mataram tercatat 11.400 jiwa atau 4,85 persen, kemudian turun di angka 11.000 jiwa atau 4,80 persen pada 2025, dan pada 2027 ditargetkan turun menjadi 10.400 jiwa lebih.
"Tingginya TPT Mataram juga di picu karena Mataram dinilai memiliki ruang kota yang terbuka dan bersahabat bagi pencari kerja," katanya.
Terkait dengan itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mencintai dan menjaga kota agar tetap aman dan nyaman untuk tinggal, mencari kerja, serta berinvestasi.
"Semoga masyarakat Mataram lebih sayang dan setia untuk menjaga serta merawat kotanya, karena transformasi ini adalah lompatan sejarah bagi kita semua," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026