Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan 17 desa di daerah itu ditetapkan sebagai prioritas pelaksanaan program penuntasan dan penurunan kemiskinan ekstrem pada tahun anggaran 2026.

"Kami sudah merancang berbagai program kegiatan dalam mendukung program dari Pemerintah Provinsi NTB. Syarat validasi data harus benar-benar akurat,” kata Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah di Lombok Tengah, Kamis.

Pemerintah Nusa Tenggara Barat menetapkan 17 desa di Lombok Tengah masuk dalam program Desa Berdaya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa dan penuntasan kemiskinan ekstrem.

"Ada 17 desa yang masuk dalam program Desa Berdaya dalam mendukung percepatan penanganan kemiskinan ekstrem," katanya. 

Angka kemiskinan di Lombok Tengah saat ini 10,68 persen.

Untuk mendukung kebijakan Gubernur NTB tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan seluruh lini pemerintahan disiapkan melakukan intervensi, baik melalui program yang sedang berjalan maupun rencana strategis tahun depan.

"Kami juga menekankan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak teledor dalam urusan data," katanya.

Ia meminta pemutakhiran data yang cermat dan terbaru agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran karena intervensi hanya efektif jika menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Paket program yang disiapkan meliputi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), penguatan ekonomi berbasis kerakyatan, dan bantuan sosial bersifat kemanusiaan.

Baca juga: Dompu siapkan Sekolah Rakyat, harapan baru putus rantai kemiskinan

“Fokus program penuntasan kemiskinan ekstrem pada warga yang memang kehilangan kemampuan bekerja atau tidak memiliki mata pencaharian tetap. Bantuan sembako dan bentuk dukungan lainnya akan terus disalurkan," katanya..

Di tengah tantangan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, pihaknya telah melakukan penyesuaian kebijakan.

Selain itu, pemerintah daerah tetap memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gubernur NTB: sebut Desa Berdaya jadi solusi entaskan kemiskinan ekstrem

“Program tetap jalan dengan penyesuaian yang ada. Perkuat sinergi dengan BUMD, perbankan, hingga sektor swasta melalui optimalisasi dana CSR (Corporate Social Responsibility),” katanya.

Sebanyak 17 desa yang ditetapkan dalam program Desa Bedaya prioritas kemiskinan ekstrem itu, antara lain Desa Barabali, Beber, Tanak Beak, Labulia, Sukarara, Ubung, Kateng, Penujak, Selong Belanak, Kabol, Pandan Indah, Kelebuh, Pemepek, Bangket Parak, Sengkol, Tanak Awu, dan Tumpak.

"Program yang dilaksanakan ini diharapkan memberi dampak langsung kepada masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026