Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan stok vaksin rabies saat ini masih aman atau tetap tersedia guna mencegah penyebaran virus pada hewan di daerah setempat.
"Setiap ada korban gigitan hewan liar tetap diberikan vaksin sesuai prosedur, terutama jika yang menggigit hewan berpotensi rabies seperti anjing, kera dan kucing," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur Syahid Romdlan di Lombok Timur, Jumat.
Ia mengatakan sepanjang awal 2026 tercatat 52 kasus gigitan hewan liar dan pada 2025 terdapat 159 kasus gigitan hewan liar.
"Hingga Maret 2026 tercatat 52 kasus. Beda antara gigitan dengan kasus rabies," katanya.
Ia memastikan dari kasus-kasus tersebut belum ada indikasi rabies. Kendati demikian pihaknya tetap menyiapkan vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan tersebut.
Baca juga: Tanah Bumbu Kalsel vaksin rabies ratusan hewan
“Kalau kasus rabies masih nol. Tetapi jika ada kasus gigitan, sesuai prosedur tetap kami berikan vaksin rabies,” katanya.
Terkait kasus gigitan anjing liar yang menewaskan seorang bocah pada Senin (13/4/2026) pihaknya belum memastikan adanya indikasi rabies, karena anjing yang menggigit korban menghilang.
Baca juga: Mataram beri layanan vaksin rabies gratis
“Kalau itu masih belum kami pastikan, karena anjingnya menghilang,” kata Syahid Romdlan.
Sementara itu Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kefarmasian Dinkes Lombok Timur Normala Candra memastikan pasokan vaksin rabies di Lombok Timur aman atau ketersediaan vaksin rabies di masing-masing puskesmas juga telah tersedia.
“Stoknya cukup dan memadai. Kami sudah distribusi ke puskesmas sebagai buffer stock,” katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026