"Jadi, kami mengapresiasi dukungan yang diberikan dan menegaskan bahwa bantuan ini akan kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan,"
Mataram (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menerima bantuan pupuk demonstrasi plot (demplot) sebanyak 1,75 ton dari PT Pupuk Indonesia.
Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat, M. Fadli melalui pernyataan yang diterima di Mataram, Senin, menjelaskan bahwa bantuan ini bagian dari dukungan program sinergi ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian pertanian di lingkungan lapas.
"Jadi, kami mengapresiasi dukungan yang diberikan dan menegaskan bahwa bantuan ini akan kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan," katanya.
Dia menegaskan bahwa lapas melihat bantuan ini sebagai kebutuhan dasar dan bermanfaat dalam menunjang program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di bidang pertanian.
"Ditambah dengan adanya pengujian tanah, kami semakin optimis hasil pertanian akan lebih optimal dan terarah. Ini menjadi langkah konkret dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif," ucap dia.
Hal senada turut disampaikan pihak perwakilan PT Pupuk Indonesia, Nursan Arif. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya dalam sektor ketahanan pangan.
"Kami berharap bantuan pupuk demplot ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di dalam lapas. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat, termasuk warga binaan," kata Nursan Arif.
Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat M. Fadli dengan Nursan Arif selaku Account Executive Penjualan Nusra yang mewakili pihak penyalur dari PT Pupuk Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, pihak PT Pupuk Indonesia juga melaksanakan pengujian tanah sebagai bagian dari dukungan teknis kepada program pertanian di dalam lapas.
Pengujian ini bertujuan membantu petani untuk mengetahui kandungan hara tanah seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), tingkat keasaman (pH), serta menentukan dosis pemupukan yang lebih presisi.
Layanan ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen sekaligus mendukung program swasembada pangan melalui penerapan rekomendasi pemupukan berimbang.
Adapun bantuan pupuk yang diserahkan terdiri dari beberapa jenis, yakni pupuk Urea Nitrea sebanyak 350 kilogram, pupuk NPK Phonska Plus 15-15-15 sebanyak 475 kilogram, pupuk Phonsgreean sebanyak 200 kilogram, serta pupuk NPK Nitrat 16-16-16 sebanyak 725 kilogram.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026