Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai melakukan persiapan intensif dengan mensterilkan kawasan Asrama Haji Embarkasi Lombok di Jalan Lingkar Selatan Mataram untuk menyambut kedatangan jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama, Selasa (21/4).
Asisten I Sekda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Senin, mengatakan jamaah calon haji kloter pertama dari Kabupaten Lombok Timur dijadwalkan masuk asrama haji pada Selasa (21/4) dan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan jamaah, kawasan Jalan Lingkar Selatan kini sedang disterilkan.
"Mulai hari ini, tim gabungan dari Kepolisian, Satpol PP, camat dan lurah, sudah melakukan persiapan di kawasan tersebut," katanya.
Bahkan, dalam koordinasi bersama sebelumnya pihak kepolisian, camat, dan lurah setempat, diputuskan median jalan di depan asrama haji harus bebas dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) musiman.
Langkah itu diambil untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah penyempitan akses, mengingat bus besar dari berbagai kabupaten/kota di NTB akan melintas di jalur tersebut.
Baca juga: Pemkot: Jamaah calon haji Mataram masuk asrama pada 26 April
"Saya minta hari ini sudah dilakukan penataan arus lalu lintas. Median jalan dipastikan steril dari lapak PKL untuk memperhatikan keselamatan pedagang, pengantar jamaah, dan jamaah yang akan masuk asrama dengan bus-bus besar," katanya.
Pemerintah juga telah memetakan lokasi parkir bagi para pengantar jamaah. Camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memanfaatkan lahan kantor pemerintah maupun area milik swasta di sekitar lokasi agar tidak terjadi kepadatan kendaraan di badan jalan.
Dia mengatakan beberapa poin penting dalam pengaturan di lapangan meliputi sterilisasi radius 100 meter dari asrama haji sehingga dalam radius 100 meter ke arah timur dan barat dari gerbang asrama haji kendaraan dilarang parkir di badan jalan.
Baca juga: Kemenhaj menegaskan diklat calon petugas haji bagian dari seleksi
Untuk PKL musiman, katanya, akan diarahkan agar tetap tertib dan terkontrol dengan memanfaatkan trotoar agar tidak mengganggu pejalan kaki.
Selain itu, pemerintah kota mengantisipasi kebutuhan pengantar yang menginap, termasuk penyediaan akses fasilitas sanitasi (MCK) dan tempat shalat sebab pengantar tidak bisa masuk area asrama.
"Upaya antisipasi yang kami lakukan itu, diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman, serta memastikan pelayanan publik di jalur transportasi Lingkar Selatan tetap berjalan normal selama musim keberangkatan dan kepulangan haji," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026