"Desa Cantik merupakan fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran,"

Sumbawa Barat (ANTARA) - Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Amar Nurmansyah berharap seluruh desa dapat menjadi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.

"Desa Cantik merupakan fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran," kata Amar Nurmansyah saat menghadiri kegiatan pencanangan Desa Cantik yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin.

Ia mengatakan data statistik memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan dan pelayanan publik. 

Menurutnya, kualitas perencanaan pembangunan sangat bergantung pada akurasi data yang digunakan.

“Perencanaan yang baik harus berbasis pada kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan. Ketepatan data statistik akan menentukan apakah program yang dijalankan benar-benar mencapai sasaran,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya integrasi data antar sektor, terutama dalam mendukung program daerah seperti kartu Sumbawa Barat.

Ia mengungkapkan bahwa masih ditemukan berbagai kendala dalam validitas data, seperti perubahan kondisi masyarakat akibat perpindahan penduduk, kematian, maupun pendatang baru.

“Seringkali bukan karena tidak ada sasaran, tetapi karena data sasarannya tidak akurat," katanya.

Oleh karena itu, integrasi dan pembaruan data menjadi hal yang sangat penting dan ia mengapresiasi capaian Kabupaten Sumbawa Barat yang berhasil meraih prestasi nasional Desa Cantik selama tiga tahun berturut-turut, yakni Desa Manemeng (2023), Desa Kalamantong (2024), dan Desa Sekongkang Bawah (2025). 

"Saya berharap keberhasilan tersebut dapat ditularkan ke seluruh desa di Sumbawa Barat," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Drs Wahyudin menyampaikan bahwa program Desa Cantik merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional dalam membangun sistem statistik dari tingkat desa.

“Data yang berkualitas harus mampu menjadi dasar kebijakan yang bermakna dan berdampak. Dengan pengelolaan data yang baik, pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga tahun 2026, terdapat 106 desa di seluruh Indonesia yang menjadi lokus program Desa Cantik, dengan 40 desa di antaranya berada di Provinsi NTB, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat.

"Program ini juga terintegrasi dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pembinaan berbasis data," katanya.
 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026