Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan edukasi langsung kepada siswa SMKPP Negeri Mataram tentang kondisi cadangan pangan nasional yang dinilai kuat serta peran negara dalam menjaga kedaulatan pangan. 

Wakil Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTB. Rizal P. Sukmadijaya, menerima rombongan siswa dan guru, didampingi jajaran manajemen di gudang Bulog Dasan Cermen, Kota Mataram.
 
Dalam kesempatan tersebut, Bulog memaparkan secara menyeluruh tata kelola pangan nasional, mulai dari proses pengadaan gabah dan beras, penyimpanan di gudang, hingga distribusi kepada masyarakat.

Rizal juga menyebutkan cadangan beras pemerintah saat ini berada pada level sangat kuat. Secara nasional, stok beras yang dikuasai Bulog telah menembus 4,88 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah.

Besarnya cadangan beras tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan geopolitik global dan potensi gangguan rantai pasok pangan dunia.

"Stok yang tersimpan di Bulog saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman langsung mengenai sistem pergudangan modern yang diterapkan Bulog. Rizal menjelaskan bahwa pengelolaan gudang menjadi aspek krusial dalam menjaga kualitas beras selama masa simpan.

Ia memaparkan mekanisme secara rinci, mulai dari standar kualitas gabah dan beras yang diterima dari petani, proses penyimpanan dan perawatan komoditas, hingga tahap distribusi kepada masyarakat.

Para siswa juga diajak melihat langsung praktik penyimpanan untuk memastikan mutu pangan tetap terjaga sesuai standar.

Baca juga: Wamentan Sudaryono mendampingi Presiden sidak gudang Bulog Danurejo

Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka aktif berdialog dan mengajukan pertanyaan terkait cadangan pangan, distribusi beras, hingga peluang kemitraan dengan Bulog.

Dalam kesempatan itu, Rizal turut memotivasi siswa agar optimistis menatap masa depan di sektor pertanian dan pangan. Ia menegaskan bahwa lulusan sekolah berbasis pertanian memiliki peluang karier luas, baik di instansi pemerintah, dunia usaha, maupun BUMN.

"Peluang berkarier di sektor pangan sangat terbuka, termasuk di Bulog atau melalui kemitraan sebagai wirausahawan dan pendamping pertanian," ujarnya.

Baca juga: Malaysia minta impor beras Indonesia 200 ribu ton

Rizal juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor pangan merupakan fondasi strategis pembangunan yang membutuhkan sumber daya manusia unggul.

Ia menambahkan, program edukasi ini merupakan bagian dari gagasan Direktur Utama Perum Bulog untuk mendekatkan pemahaman generasi muda terhadap peran Bulog dalam sistem pangan nasional.

"Generasi muda perlu memahami bahwa pangan adalah simbol kedaulatan bangsa. Karena itu, mereka harus optimistis dan siap berkontribusi," ucapnya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026