"Setelah uji coba penggunaan sistem pembayaran melalui QRIS di Pasar Dasan Agung, Rembige, dan Pasar ACC, kami akan coba memasifkan ke pasar-pasar tradisional lainnya,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengungkapkan ketertarikan Pemerintah Jepang untuk melirik sejumlah potensi kerjasama di wilayah setempat mulai sektor pariwisata hingga ketenagakerjaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan ketertarikan itu ditunjukkan dengan kehadiran Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang Miyakawa Katsutoshi bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

"Beliau datang untuk memahami dulu potensi NTB itu apa saja. Nanti baru diambil langkah-langkah kerjasama," ujarnya di Mataram, Selasa.

Ia menilai pertemuan Konjen Jepang, Miyakawa Katsutoshi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

"Beliau silaturahmi sebagai Konjen ke pak gubernur sambil melihat warga Jepang di NTB dan potensi-potensi yang ada sebagai bahan peluang kerjasama," kata Nelly.

Menurutnya, Jepang juga tertarik pada potensi sumber daya laut, termasuk kemungkinan ekspor hasil perikanan dari NTB.

"Dalam pertemuan itu, pihak Jepang bahkan menanyakan jalur distribusi dan pelabuhan yang bisa digunakan untuk mendukung aktivitas ekspor tersebut," terangnya.

Nelly melihat, peluang kerjasama antara Jepang dan NTB sangat terbuka melalui skema "sister province". Skema ini sangat memungkinkan dilakukan dengan hubungan antar daerah di Indonesia dengan provinsi di Jepang.

"Model kerja sama ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur. Dan pak gubernur sudah menyampaikan kesiapan NTB untuk menjajaki "sister province". Tinggal nanti dilihat provinsi mana yang cocok," ujar Nelly.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, ketertarikan Jepang terhadap NTB juga dipengaruhi oleh masih minim-nya jumlah warga Jepang yang tinggal di NTB dibandingkan dengan Bali. Namun, kondisi ini justru menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi NTB lebih luas ke investor maupun wisatawan Jepang.

"Jadi, sekarang ini beliau melihat ada perbedaan, ternyata di data beliau warga Jepang yang tinggal di NTB itu cuman 76 orang, kalau di Bali itu hampir ratusan ribu," katanya.

Konjen Jepang, Miyakawa Katsutoshi mengaku, negaranya tertarik membangun kerjasama bidang pariwisata hingga ketenagakerjaan dengan NTB.

Selain itu, ia mengatakan negaranya melirik sumber daya laut yang ada di perairan NTB. Meski begitu, kunjungannya ke NTB masih dalam tahap penjajakan awal, untuk memahami potensi daerah sebelum menyepakati kerja sama yang lebih konkret.

"Banyak kita bicara mengenai pariwisata, tenaga kerja, mengenai energi, mengenai industri. Itu banyak kita tukar pikiran," ujarnya.

Miyakawa menegaskan, Jepang melihat peluang kerja sama cukup luas di NTB. Namun masih perlu pembahasan lebih lanjut dengan berbagai pihak, baik di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pemerintah Jepang.

"Saya kira banyak potensi kerja sama. Kita harus bicara dengan instansi terkait dulu, kemudian dengan pemerintah Jepang juga," katanya.

Miyakawa juga mengatakan bahwa Jepang saat ini menghadapi keterbatasan tenaga kerja usia produktif. Selain itu, potensi pariwisata NTB juga dinilai menarik untuk dikembangkan lebih jauh.

"Kita lihat ya. Kami masih perlu pembahasan," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026