Mataram (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyiagakan personel dan sarana pendukung guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan potensi luas mencapai 214 hektare.
"Total titik rawan kebakaran luasannya 214 hektare. Itu di Pulau Sumbawa dan Lombok, tentu kami sudah siagakan personel dan sarana pendukungnya," kata Wakil Kepala Polda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho di Mataram, Selasa.
Ia menjelaskan kesiapsiagaan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan sejumlah instansi, antara lain TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta jajaran kepolisian setempat.
Menurut dia, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi terpusat di bawah kendali Mabes Polri sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca.
“Operasi karhutla ini merupakan tindak lanjut dari perintah Mabes Polri untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Baca juga: Polda NTB menerapkan RJ dan diversi penanganan perkara
Hari menyebut potensi kebakaran di Pulau Lombok berada di kawasan Gunung Rinjani yang memiliki area savana cukup luas.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengimbau pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Sementara di Pulau Sumbawa, titik rawan berada di wilayah Kabupaten Dompu, Sumbawa, dan Bima.
Baca juga: Polda NTB selesaikan satu kasus prostitusi melalui Restorative Justice
Ia menegaskan jajaran kepolisian di daerah tersebut telah diperintahkan untuk siaga serta segera berkoordinasi apabila terjadi kebakaran.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak terkait juga sepakat menyusun buku panduan penanganan karhutla yang memuat prosedur penanganan dan informasi kontak penting bagi masyarakat.
“Panduan ini diharapkan menjadi acuan penanganan karhutla secara cepat dan efektif,” katanya.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026