Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan kajian pergeseran anggaran untuk operasional penanganan sampah sebagai dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, NTB, Kamis, mengatakan dampak kenaikan BBM tersebut berpengaruh besar terhadap pengangkutan sampah di Kota Mataram.

"Karena, dump truk pengangkut sampah menggunakan jenis Dexlite. Dengan adanya penyesuaian harga, tentu biaya operasional bertambah," katanya.

Akibatnya, BBM operasional pengangkut sampah yang sudah disiapkan dengan anggarannya untuk 10 bulan, kini hanya bisa bertahan tiga bulan.

Terkait dengan itu, Kota Mataram kini mempertimbangkan untuk melakukan pergeseran anggaran untuk menutupi dampak penyesuaian harga Dexlite dari sebelumnya Rp14.200 per liter, naik menjadi Rp23.600 atau mengalami penyesuaian Rp9.400 per liter.

Dikatakan, pergeseran anggaran untuk BBM operasional sampah akan diatur melalui BBM pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah melakukan efisiensi.

"Kami akan lakukan seberapa besar efisiensi penggunaan dari Pertamax atau Pertalite, untuk kemudian di geser ke Dexlite. Itu masih memungkinkan sebab masih satu kode rekening," katanya.

Sementara, terkait dengan opsi mengganti BBM armada dump truk pengangkut sampah dari Dexlite ke jenis solar subsidi yang lebih murah dengan harga Rp6.800 per liter, Sekda mengatakan hal tersebut perlu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

"Karena solar merupakan BBM subsidi, apakah bisa tidak digunakan. Nanti kita tunggu seperti apa arahan pusat," katanya.

Baca juga: BRIDA Kota Mataram godok kajian solusi penanganan sampah berkelanjutan

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan dengan penyesuaian harga BBM tersebut anggaran yang tersedia diprediksi hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan untuk mengangkut sampah di Kota Mataram.

Baca juga: Kejari intensifkan pemeriksaan saksi kasus pengadaan truk sampah

"Dengan anggaran yang ada, kami perkirakan operasional bisa bertahan tiga bulan," katanya.

Diketahui, anggaran yang disiapkan Pemerintah Mataram untuk BBM pengangkutan sampah tahun 2026 sebesar Rp8 miliar. Anggaran itu turun dari tahun sebelumnya Rp12 miliar karena adanya efisiensi.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026