Jakarta (ANTARA) - Koperasi Jasa Karyawan Kantor Berita ANTARA (Kokantara) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang tahun buku 2025, dengan aset meningkat menjadi Rp12,5 miliar dari sebelumnya Rp11,6 miliar.

Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Kementerian Koperasi (Kemenkop) Try Aditya Putra, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kokantara di Jakarta, Kamis, mengatakan, berdasarkan laporan keuangan Kokantara 2025 yang disampaikan kepada kementerian, modal usaha koperasi tersebut naik dari Rp10,1 miliar pada 2024 menjadi Rp11,1 miliar pada 2025.

Selain itu, volume usaha juga meningkat menjadi Rp10,8 miliar dari sebelumnya Rp10,4 miliar, sementara sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp1,4 miliar. Try mengatakan, capaian tersebut mencerminkan perbaikan kinerja koperasi yang dikelola secara konsisten.

“Ini tidak mudah dicapai tanpa komitmen dari pengurus dan pengawas. Ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” ujar Try.

Meski demikian, ia menilai tren positif tersebut perlu dijaga melalui penguatan mekanisme pengawasan serta dorongan inovasi dalam setiap perkembangan.

Lebih lanjut, Try mengatakan, Kokantara sebagai koperasi karyawan memiliki peran strategis sebagai wadah ekonomi bersama yang dapat memenuhi kebutuhan anggota, termasuk dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih terjangkau.

“Koperasi karyawan bisa menjadi solusi pembiayaan, sehingga tidak terjerat pinjaman online atau pinjaman lain yang memberatkan,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah menegaskan manajer Kopdes tak gantikan peran pengurus

Selain itu, ia mendorong koperasi untuk memperkuat kerja sama antar koperasi sebagai strategi memperluas skala usaha sekaligus memperkuat ekosistem koperasi nasional.

Menurutnya, salah satu peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan adalah dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang saat ini tengah dibangun pemerintah di berbagai daerah.

Baca juga: Menkop mengajak China jadi supplier alat pertanian Kopdes Merah Putih

Ia mengatakan, Kokantara dapat bermitra dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang berada di kelurahan setempat. Hal ini, menurutnya, penting mengingat koperasi-koperasi baru biasanya masih menghadapi keterbatasan operasional sehingga membutuhkan dukungan dari koperasi lain yang lebih dahulu berdiri.

“Apa yang menjadi keunggulan Kokantara bisa dijadikan ruang kerja sama. Misalnya Kokantara memiliki usaha rental atau jasa outsourcing, tentu tidak menutup kemungkinan untuk dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

 


 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026