Lombok Tengah (ANTARA) - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, KH Sodik Mudjahid, mengecek secara langsung capaian program Balai Ternak 2025 di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/4), guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima.

Dalam kunjungan tersebut, Sodik menyampaikan bahwa program Balai Ternak merupakan salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang menyasar mustahik di sektor peternakan. 

Program tersebut mengintegrasikan kegiatan perbibitan dan penggemukan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan ayam, dengan dukungan menyeluruh mulai dari modal usaha hingga akses pasar.

Ia menegaskan, pengelolaan program yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel karena merupakan amanah dari masyarakat. 

"Kami memastikan amanah umat ini dikelola sesuai aturan dan dikembalikan dalam bentuk manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Sodik saat meninjau lokasi, didampingi Ketua BAZNAS NTB, Lalu M. Iqbal Murad.

Sodik menyebutkan, pengecekan langsung ke lapangan dilakukan untuk menguji kesesuaian antara laporan dengan kondisi riil. Berdasarkan hasil peninjauan, ia menilai program tersebut telah memberikan dampak positif bagi para peternak.

"Indikator keberhasilan tidak hanya dilihat dari jumlah ternak yang dimiliki, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kekompakan kelompok," ujarnya. 

Ia juga mengamati adanya perubahan pola kerja peternak yang semakin terorganisir serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan usaha ternak.

Selain itu, Sodik menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dalam aspek pemasaran, agar program dapat berkembang secara berkelanjutan. 

"Pengembangan Balai Ternak di masa depan akan tetap berbasis evaluasi dan ketersediaan amanah dana umat," ucapnya.

Secara nasional, BAZNAS telah mengembangkan sekitar 101 Balai Ternak yang tersebar di 15 provinsi, termasuk NTB. Program ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi mustahik menjadi muzaki atau pemberi zakat di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Desa Pagutan, Jamhari Mahdan, mengatakan kelompoknya telah menerima bantuan 61 ekor sapi pada 2025. Bantuan tersebut telah didistribusikan kepada 30 anggota. Selain ternak, bantuan juga mencakup pembangunan kandang, penyediaan obat-obatan, serta biaya operasional.

"Seluruh kebutuhan dasar sudah difasilitasi, sehingga kami bisa fokus pada perawatan dan pengembangan ternak," ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski program baru berjalan sekitar empat bulan, dampak positif mulai dirasakan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Para anggota kelompok dinilai semakin kompak karena intensitas interaksi yang meningkat melalui kegiatan bersama di kandang.

Dari aspek ekonomi, Jamhari menyebutkan adanya peningkatan pendapatan secara bertahap. Peternak juga mulai memahami teknik beternak yang lebih efektif dan berorientasi pada hasil.

Program Balai Ternak BAZNAS di Lombok Tengah diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan di NTB.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026