"Gunakan waktu satu tahun ini untuk meningkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal berharga di masa depan,”
Lombok Timur (ANTARA) - Universitas Hamzanwadi Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan sebanyak 19 orang mahasiswa program studi (prodi) pariwisata melaksanakan magang atau kuliah kerja nyata ke Jepang di tahun 2026.
"Gunakan waktu satu tahun ini untuk meningkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal berharga di masa depan,” kata Rektor Universitas Hamzanwadi Selong Lombok Timur Hj Siti Rohmi Djalillah di Lombok Timur, Kamis.
Ia menekankan kepada para mahasiswa pentingnya memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal, sehingga pengalaman yang dapatkan bisa diterapkan saat bekerja ke depannya.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kemampuan," katanya.
Ia mengatakan bahwa program ini telah berjalan sejak 15 April 2025, dimulai dari tahap sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa.
Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama dijadwalkan pada 5 Mei 2026.
"Program magang berlangsung selama satu tahun dan akan dikonversi menjadi dua semester perkuliahan, yakni semester 6 dan 7," katanya
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) atas kerja sama yang terjalin dan berharap kolaborasi dapat terus diperluas.
"Semoga program ini bisa diperluas dalam mewujudkan generasi emas 2045," katanya.
Sementara itu, Direktur PT INA Parman Munte, menyampaikan bahwa peserta akan dibagi dan ditempatkan di dua tempat, yakni Gensen Holding dan Itoens Hotel.
"Kami optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan baik di Jepang, mengingat hasil pelatihan dan seleksi menunjukkan kesiapan yang positif," katanya.
Ia mengatakan melalui program ini, Universitas Hamzanwadi terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global serta meningkatkan daya saing di industri pariwisata internasional.
"Semoga program ini bisa memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan di Indonesia," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026