Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah melakukan finalisasi terhadap rencana penggabungan atau merger sejumlah Sekolah Dasar (SD) sebagai upaya efisiensi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di kota itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Jumat, mengatakan langkah menggabungkan sejumlah SD diambil sebagai bagian dari penataan dan penamaan ulang satuan pendidikan di Kota Mataram.
"Alhamdulillah, proses sekolah-sekolah yang akan digabung kini sudah rampung dan bersifat final dan ditargetkan mulai pada tahun ajaran baru 2026/2027," katanya.
Beberapa sekolah yang dikonfirmasi akan mengalami penggabungan antara lain SDN 15 dan SDN 19, kemudian SDN 36 Ampenan akan digabung dengan sekolah SDN 26 Ampenan.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui penamaan sekolah yang lebih tertata.
Baca juga: Tolak daring, Disdik Mataram tetap pertahankan sekolah tatap muka
"Rencana itu diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya pendidikan di Kota Mataram agar lebih efektif dalam proses belajar mengajar ke depan," katanya.
Lebih jauh Yusuf menambahkan untuk penggabungan SD Negeri 15 Mataram dan SD Negeri 19 Mataram rencananya SD Negeri 19 akan dipindahkan dan disatukan dengan SD Negeri 15 Mataram yang saat ini sedang dalam proses pembangunan gedung baru.
"Setelah pindah, aset SD Negeri 19 akan kami serahkan ke Bidang Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dan direncanakan untuk dijadikan Puskesmas Mataram," katanya.
Baca juga: Disdik Mataram segera meresmikan perubahan nama SD sesuai tahun berdiri
Menurutnya, salah satu faktor utama penggabungan sekolah tersebut karena kekurangan murid di SD 19 Mataram, sementara lokasinya berdekatan dengan sekolah lain salah satunya SD Negeri 15 Mataram.
Kebijakan itu juga memiliki implikasi positif terhadap distribusi guru, karena dengan penggabungan sekolah akan membantu mengatasi masalah kekurangan guru di Kota Mataram.
"Guru-guru yang bertugas di sekolah yang dimerger akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026