"Penguatan sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan terpadu menjadi kunci dalam pengendalian karhutla,"
Dompu (ANTARA) - Balai Taman Nasional Tambora memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terintegrasi guna menghadapi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino 2026.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal KSDAE yang menekankan penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan, dan respon cepat.
Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry, kepada ANTARA, Minggu, mengatakan seluruh arahan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor.
"Penguatan sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan terpadu menjadi kunci dalam pengendalian karhutla," katanya.
Sebagai bagian dari antisipasi dini, TN Tambora mengikuti rapat koordinasi yang digelar Polda NTB bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BPBD Kabupaten Dompu.
Forum tersebut mengidentifikasi potensi El Nino lemah hingga moderat yang berisiko meningkatkan kekeringan dan kebakaran hutan, sehingga diperlukan penguatan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan lintas sektor.
Di tingkat lapangan, TN Tambora menggelar Apel Siaga Karhutla 2026 di Sanctuary Rusa, Resor Doro Ncanga, yang melibatkan 107 personel gabungan dari unsur TNI/Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat peduli api, Jumat (24/4).
Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan teknis, meliputi deteksi dini kebakaran, pemanfaatan sistem pemantauan hotspot seperti SIPONGI dan SPARTAN, teknik pemadaman awal, serta penggunaan teknologi berbasis GPS dan citra satelit.
Abdul Azis, menegaskan kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam pencegahan karhutla.
"Kesiapsiagaan hari ini adalah kunci untuk mencegah bencana di masa depan," ujarnya.
Balai TN Tambora berkomitmen memperkuat sistem pengendalian karhutla yang adaptif terhadap dinamika iklim serta melindungi kawasan konservasi dan masyarakat sekitar.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026