Mataram (ANTARA) - Investor asal China mulai melirik potensi pengembangan pembangkit energi baru terbarukan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan melakukan kunjungan langsung ke kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan pihaknya membuka ruang bagi pemilik modal untuk melihat berbagai potensi setrum bersih yang tersedia.
"Semua dicek termasuk di Mandalika dan beberapa tempat lain, seperti kawasan Lombok Timur," ujar dia di Mataram, Senin.
Irnadi menuturkan kunjungan investor China yang dilakukan pada 26 April 2026 ke NTB belum mengarah kepada pembahasan proyek spesifik.
Kegiatan peninjauan dilakukan untuk melihat peluang pengembangan energi baru terbarukan yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Diskusi awal tersebut membahas rencana lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemetaan potensi energi surya, serta penjajakan pola rencana bisnis yang ingin dikembangkan dalam proyek energi baru terbarukan di NTB.
Berbagai aspek strategis dibahas mulai dari ketersediaan lahan di kawasan, potensi intensitas sinar matahari, hingga peluang kerja sama antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan investor.
Baca juga: Mentrans mengajak investor China kembangkan durian di kawasan transmigrasi
Pemerintah NTB menjadikan sektor energi baru terbarukan sebagai salah satu prioritas investasi yang mencakup pengembangan tenaga surya, tenaga angin, hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Langkah itu dilakukan agar struktur penanaman modal tidak lagi didominasi lapangan usaha pertambangan yang bersifat ekstraktif dan memiliki keterbatasan dalam hal keberlanjutan.
Baca juga: Investor Korsel-China tertarik proyek Giant Sea Wall
"Sekarang yang lebih diutamakan bagaimana investor mengarah kepada energi baru terbarukan," kata Irnadi.
Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB, total potensi energi baru terbarukan mencapai 13.563 megawatt (MW) yang terdiri dari bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin 2.605 MW dan tenaga surya 10.628 MW.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026