Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih melakukan penanganan atas kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam sekitar pukul 20.50 WIB.
"Saat ini personel dari Satlantas Polres Bekasi masih dalam proses penanganan kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur tersebut," kata Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados saat dikonfirmasi, Senin malam.
Robby menambahkan, kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya dengan KRL di kawasan Bekasi Timur.
"Insiden yang terjadi membuat jalur kereta untuk sementara belum bisa dilintasi," katanya.
Ia juga menyebutkan lalu lintas padat di sekitar TKP. Saat ini anggota Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Satlantas Polres Metro Bekasi Kota sedang melakukan upaya-upaya memberikan perlintasan terhadap ambulans-ambulans yang menuju lokasi TKP untuk menjemput korban.
Baca juga: Polda Metro gelar Night Run 2026
"Rekayasa lalu lintas tidak ada, hanya kita memprioritaskan lintasan ambulans yang membawa korban kecelakaan untuk bisa dilancarkan menuju rumah sakit rujukan terdekat," kata Robby.
Ia menyebut kronologi lengkapnya belum diperoleh. Pihaknya baru dapat informasi awal dan masih dilakukan pengembangan.
Sejumlah penumpang mengalami luka-luka dalam insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur itu.
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel dilakukan bertahap
Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine.
"CommuterLine hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi naik oleh petugas," kata penumpang selamat, Heri, di lokasi.
Hingga pukul 21.50 WIB, petugas dan masyarakat masih melakukan evakuasi terhadap penumpang. Sejumlah penumpang yang telah dievakuasi mengalami luka-luka hingga tidak sadarkan diri.
Pewarta : Ilham Kausar
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026