"Dari 10 kabupaten/kota se-NTB, Lombok Timur menempati urutan ke-4 dengan indeks pembangunan terbaik. Semakin kecil indeks, semakin baik,”

Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan indeks pembangunan di daerah setempat terbaik ke empat dari 10 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Dari 10 kabupaten/kota se-NTB, Lombok Timur menempati urutan ke-4 dengan indeks pembangunan terbaik. Semakin kecil indeks, semakin baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur HM Juaini Taofik di Lombok Timur, Senin.

Hal itu disampaikan saat peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, NTB.

Ia menekankan otonomi daerah harus menjadi instrumen percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun semua itu tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Sinergi pusat dan daerah adalah kunci,” katanya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Lombok Timur akhir 2025 tercatat 4,93 persen, sehingga angka itu menempatkan Lombok Timur di peringkat kedua tertinggi se-NTB.

"Saya katakan jujur, itu terjadi karena sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," katanya.

Lebih lanjut Sekda juga membeberkan sederet prestasi nasional yang diraih Kabupaten Lombok Timur di antaranya kabupaten terbaik nasional dalam percepatan dan perluasan digitalisasi tahun 2018, pengendalian inflasi terbaik di regional NTB, NTT, Maluku, dan Papua, serta PPKD (Pusat Pengembangan Kebijakan Daerah) terbaik nasional tahun 2025 untuk program akses keuangan yang inklusif.

"Bupati Lombok Timur juga mendapat Anugerah Kreatif Finance dari Kementerian Dalam Negeri," katanya.

Sekda menegaskan insentif dari Menko Perekonomian serta hadiah dari berbagai kategori itu akan masuk ke kas daerah dan dimanfaatkan untuk pembangunan. 

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, termasuk penguatan sistem pembayaran non tunai dan digitalisasi.

"Tidak ada kesuksesan hanya karena diri sendiri. Mari kita pertahankan inovasi ini di tahun 2026. Kita bagikan pengalaman ini untuk kemajuan daerah kita," pesannya.

Ia mengajak seluruh pihak mewujudkan Asta Cita melalui semangat otonomi daerah di usia ke-30.

"Mari dukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026