"Beberapa hari lalu, secara bergantian tim dari dua kabupaten tersebut datang untuk melakukan studi banding mengenai pengelolaan pasar tematik ikan hias di Rembiga,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, Pasar Tradisional Rembiga kini menjadi serta penjualan ikan hias percontohan, bagi penghobi serta pedagang ikan hias lokal di daerah itu.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimasyah di Mataram, Selasa, mengatakan, keberhasilan Pasar Rembiga menjadi sentra ikan hias menarik perhatian pemerintah daerah tetangga, seperti Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.
"Beberapa hari lalu, secara bergantian tim dari dua kabupaten tersebut datang untuk melakukan studi banding mengenai pengelolaan pasar tematik ikan hias di Rembiga," katanya.
Dengan kondisi saat ini, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pengelola karena perkembangan Pasar Rembiga, yang sebelumnya terlihat lesu dan vakum, kini mampu bertransformasi menjadi pusat pasar ikan hias.
Lokasi sentra ikan hias itu menawarkan berbagai jenis ikan hias seperti koi, cupang, dan ikan mas koki, lohan, dan lainnya dengan harga terjangkau serta menjadi tempat pemusatan pedagang untuk mempermudah akses pencinta ikan.
Apalagi, pasar ikan hias tersebut beroperasi hingga malam sehingga memudahkan para penghobi atau pecinta ikan hias untuk berburu aneka jenis ikan hias.
"Bahkan untuk memudahkan konsumen, pedagang ikan hias di Pasar Rembiga sudah menerapkan sistem pembayaran non tunai melalui aplikasi QRIS," katanya.
Dikatakan, inovasi sistem pembayaran dengan QRIS tentu dimaksudkan untuk efisiensi transaksi sebab pedagang tidak perlu lagi repot menyiapkan uang kembalian atau receh untuk pembeli.
Selain itu, untuk keamanan karena dengan penggunaan QRIS meminimalkan risiko peredaran uang palsu di lingkungan pasar.
Di samping itu, kata Irwan, kerja sama dengan sponsor seperti Bank NTB Syariah memberikan motivasi tambahan berupa poin dan hadiah bagi pengguna transaksi terbanyak.
"Sistem pembayaran QRIS juga memberikan margin keuntungan tertentu yang langsung masuk ke rekening pedagang," katanya.
Terkait dengan itu, Irwan berharap, apa yang sudah ditetapkan di sentra pasar ikan hias Rembiga dapat diterapkan oleh pedagang yang ada di pasar-pasar tradisional lain.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026