"Kami telah memasang perangkat perekaman digital atau Online Transaction Monitoring (OTM) yang dipasang di sejumlah lokasi wajib pajak khusus di sektor pariwisata,"

Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sistem pengawasan pajak hotel dan restoran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

"Kami telah memasang perangkat perekaman digital atau Online Transaction Monitoring (OTM) yang dipasang di sejumlah lokasi wajib pajak khusus di sektor pariwisata," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Tengah Baiq Aluh Windayu di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan jumlah OTM yang dipasang di 2024 awalnya sebanyak 60 titik, namun telah dilakukan penambahan di 2025 dan 2026 ini, sehingga total OTM telah dipasang di wajib pajak itu sekitar 130 titik.

"Ini salah satu inovasi untuk mencegah terjadinya kebocoran pajak," katanya.

Ia mengatakan penagihan berbagai objek pajak selama ini memang terkendala personel, mengingat pegawai di Bapenda setiap tahun selalu ada yang pensiun sementara yang mengisi kekosongan setelah ditinggal pensiun sampai dengan saat ini belum ada.

Ia menyampaikan bahwa dengan sumber daya yang terbatas inilah membuat Bapenda hanya bisa menggali potensi yang ada. Solusinya untuk memaksimalkan target ini adalah dengan memasang system.

“Dengan system yang ada juga mereka tidak bisa memanipulasi setoran pajak mereka para wajib pajak karena langsung termonitoring. Alhamdulilah untuk hotel dan restoran yang sudah kita pasangkan system di triwulan pertama saja realisasi pajak sudah 28 persen," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah HM  Nursiah menyampaikan dengan kekurangan personil di Bapenda ini akan jadi rujukan ke depan akan dilakukan penambahan untuk maksimal dalam merealisasikan target pajak.

“Terkait dengan kepegawaian maka mari kita tambah SDM Bapenda karena ini kunci, walaupun dengan kondisi sekarang ini jumlah personil terbatas tapi hasil sudah cukup maksimal, apalagi nanti jika personil kita tambah maka tentu hasilnya kita harapkan lebih maksimal lagi,” katanya.
 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026