Mataram (ANTARA) - Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Nuralam mengatakan konsep museum desa yang dikembangkan di daerahnya mulai mendapat perhatian nasional dan sempat disinggung dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Permuseuman.

"Kosa kata museum desa telah diungkapkan Menteri Kebudayaan saat dengar pendapat tentang RUU Permuseuman yang dilakukan di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu," ujarnya di Mataram, Selasa.

Nuralam menilai konsep museum desa yang berkembang di Nusa Tenggara Barat kini tidak lagi sekadar menjadi program lokal, namun masuk dalam diskursus kebijakan nasional dalam bidang pelestarian dan perlindungan kebudayaan.

Bahkan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sempat meresmikan secara langsung Museum Desa Genggelang di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, pada 6 Januari 2025.

"Museum desa masuk dalam konsep baru dunia permuseuman yang menandakan pelestarian budaya tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat," kata Nuralam.

Lebih lanjut, ia menyampaikan jumlah museum desa di NTB terus bertambah dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya hanya ada delapan museum desa, saat ini telah berkembang menjadi sembilan unit.

Museum desa yang baru terbentuk tersebut berada di Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah daerah setempat telah menerbitkan surat keputusan atau SK terkait penetapan Museum Desa Pijot.

Baca juga: NTB menghadirkan pengalaman jelajah museum malam hari

"Dari SK itu, kami proses untuk mendapatkan nomor register Museum Nasional. Semoga nomor register bisa keluar tahun ini," ucap Nuralam.

Museum NTB mengembangkan banyak museum desa sebagai upaya strategis memperluas ekosistem permuseuman daerah. Sebanyak sembilan museum desa tersebut berpusat di Pulau Lombok karena wilayah ini belum memiliki museum level kabupaten dan kota.

Sementara itu, Pulau Sumbawa sudah memiliki empat museum dengan rincian dua museum terletak di Kabupaten Sumbawa dan dua museum ada di Kota Bima.

Baca juga: Minister calls to strengthen Kasepuhan Palace cultural education role

Nuralam menuturkan kehadiran museum desa telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap museum yang selama ini dianggap identik dengan bangunan besar dan biaya mahal.

Ia berharap pelestarian budaya melalui museum desa tidak lagi bersifat top-down, melainkan tumbuh dari inisiatif masyarakat agar upaya pelestarian terhadap artefak bersejarah bisa selalu lestari dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026