Denpasar (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Bali menyebut sebanyak 169 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sudah mulai aktif menjalankan kegiatan di tengah tantangan permodalan yang menyulitkan koperasi desa lainnya. 

“169 sudah aktif dari total 716 koperasi yang terbentuk atau sekitar 23,6 persen yang aktif menjalankan usaha, kalau menurut kami itu relatif sudah lumayan jalan kalau dibandingkan daerah lain,” kata Kepala Diskop UKM Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh saat dikonfirmasi di Denpasar, Rabu.

Tri Arya mengatakan 169 Kopdes Merah Putih itu dinyatakan aktif karena telah menjalankan setidaknya satu jenis usaha.

Sedangkan koperasi desa lainnya masih terkendala tantangan permodalan serta menggali potensi desa.

“Yang paling utama kan masalah permodalan, di sini belum jelas ini, kebanyakan yang aktif karena mereka mandiri, didukung oleh anggota atau pengurus, bahkan ada beberapa yang berasal dari koperasi yang sudah ada sebelumnya jadi ya itu pasti jalan sedangkan yang murni baru itu kesulitan di permodalan,” ujar Tri Arya.

Baca juga: Moratorium ritel modern demi pemerataan ekonomi desa

Diskop UKM Bali tak dapat memungkiri bahwa 716 Kopdes Merah Putih di seluruh Bali dibentuk atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, sehingga banyak pengurus desa yang kebingungan, berbeda dengan konsep koperasi biasa yang dibentuk dengan sudah mengantongi modal.

Awalnya disampaikan bahwa kopdes dapat mengajukan proposal ke bank himbara untuk permodalan, namun belakangan dikaitkan dengan anggaran dana desa sehingga banyak desa yang masih kesulitan.

Sementara itu, ia mengatakan untuk penentuan jenis usaha, Diskop UKM Bali hadir untuk terus memberi pendampingan dan pelatihan, dan jika kesulitan menentukan mereka akan diarahkan memulai dari menjalankan gerai sembako.

Baca juga: DPRD mendorong BUMD NTB ekspansiusaha denganKopdes dan MBG

“Kebanyakan di sembako awal-awal, kan ada kerja sama dengan Pertamina gas LPG-nya, kemudian Bulog juga untuk beras, kalau kami pelatihan-pelatihan dari tahun kemarin sudah rutin, kami juga coba kolaborasi dengan pihak-pihak luar seperti potensi energi terbarukan, ritel lokal Bali, tapi memang kembali akhirnya masalah modal ini,” ujar Tri Arya.

Pemprov Bali juga menyatakan akan terus mendorong kelancaran program pemerintah pusat ini di daerah, sejauh ini tiga daerah dengan jumlah Kopdes Merah Putih aktif terbanyak adalah Tabanan dengan 57 koperasi, Denpasar 36 koperasi, dan Jembrana 25 koperasi.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026