Mataram (ANTARA) - Sebanyak 64 desa di Kabupaten Lombok Timur mendapat alokasi anggaran sebesar Rp300 juta untuk mendukung program desa berdaya yang dicetuskan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengentaskan kemiskinan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Dukcapil NTB, Lalu Hamdi mengatakan, alokasi bantuan keuangan khusus ini diberikan kepada 250 desa di seluruh NTB pada tahun anggaran 2026.

"Khusus di Lombok Timur, sebanyak 64 desa ditetapkan sebagai penerima, dengan alokasi dana sebesar Rp300 juta per desa," ujarnya pada wartawan di Mataram, Kamis.

Ia menyebutkan, penggunaan anggaran ini difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian lingkungan, serta wajib melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes).

"Pengelolaan dana bisa dilakukan secara mandiri oleh desa, bekerja sama dengan masyarakat, maupun melalui BUMDes dan koperasi," kata Hamdi.

Selain bantuan tematik, Pemprov NTB juga menggulirkan program desa berdaya transformatif yang menyasar 40 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi. Berdasarkan validasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 6.338 kepala keluarga (KK) yang menjadi target intervensi.

Baca juga: NTB membangun ekosistem agromaritim terintegrasi

Program ini dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni pemberdayaan ekonomi meliputi peningkatan kapasitas SDM, fasilitasi usaha produktif, serta bantuan modal Rp7 juta per KK.

"Termasuk peningkatan layanan dasar serta infrastruktur, seperti akses bantuan sosial, BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penyediaan air bersih," terangnya.

Baca juga: Hari Bumi 2026, PLN tanam 4.000 bibit mangrove di Sugian Lombok Timur

Hamdi menegaskan, Pemprov NTB optimistis dengan pendampingan intensif selama dua tahun, ribuan keluarga tersebut dapat tergraduasi dari status miskin ekstrem.

"Target kami, 6.338 KK di 40 desa ini bisa keluar dari kemiskinan ekstrem dalam periode 2026-2027. Kami berharap pada 2029, angka kemiskinan ekstrem di NTB dapat mencapai nol," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026