"Program tersebut menyasar 29 sekolah dan madrasah untuk penguatan literasi dan numerasi serta 34 sekolah dasar untuk penguatan pendidikan karakter,"
Bima (ANTARA) - STKIP Taman Siswa Bima bersama Pemerintah Kabupaten Bima memperkuat program peningkatan literasi dan numerasi di 63 sekolah dan madrasah sebagai upaya memperbaiki mutu layanan pendidikan dasar di daerah tersebut.
Penguatan kolaborasi itu dilakukan melalui Workshop Perencanaan Strategi Implementasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi yang digelar bersama INOVASI NTB di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bima, Rabu.
"Program tersebut menyasar 29 sekolah dan madrasah untuk penguatan literasi dan numerasi serta 34 sekolah dasar untuk penguatan pendidikan karakter," ujar Perwakilan INOVASI NTB, Lalu Ari Irawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Ia mengatakan, program ini menjadi bagian dari strategi percepatan peningkatan kualitas pembelajaran dasar di Kabupaten Bima.
"Kami sudah menyiapkan dukungan teknis numerasi dan penguatan kapasitas fasilitator daerah untuk memastikan program berjalan efektif serta dapat dievaluasi dalam enam bulan ke depan," jelasnya.
Menurut dia, penguatan literasi, numerasi, dan karakter merupakan langkah penting untuk memperbaiki kualitas belajar siswa sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 fasilitator daerah yang berasal dari unsur Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima dan Kementerian Agama dilibatkan guna memastikan intervensi pembelajaran berjalan hingga tingkat sekolah.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, mengatakan kampus memiliki komitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam transformasi pendidikan dasar di daerah.
Ia menjelaskan sejak 2019 STKIP Taman Siswa Bima telah menyelaraskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa dengan penguatan literasi dan numerasi sekolah dasar.
"Kemitraan dengan INOVASI membuat arah pengembangan program kampus menjadi lebih terukur, terutama dalam mendukung pendidikan karakter dan penguatan kualitas pembelajaran berbasis data raport pendidikan," katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan kampus tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam pendampingan implementasi di lapangan melalui penguatan kapasitas guru dan pengawas sekolah.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, mengatakan penguasaan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung masih menjadi tantangan utama pendidikan dasar di Kabupaten Bima.
Menurutnya, penguatan STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics perlu dimulai sejak sekolah dasar untuk meningkatkan daya saing generasi muda daerah.
Sementara itu, Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Sahrul, menyebut implementasi program akan menekankan pendekatan pembelajaran yang sederhana dan kontekstual.
Ia mencontohkan, strategi tersebut melalui pengembangan pojok baca, penggunaan media lokal seperti kerikil dan sempoa untuk pembelajaran numerasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam aktivitas sekolah.
Keberhasilan program sebelumnya menjadi salah satu dasar pengembangan program baru tersebut. Kabag Organisasi Setda Kabupaten Bima, Rani Wahyuni, mengungkapkan sebanyak 25 sekolah dampingan sebelumnya berhasil bertransformasi dari zona merah ke zona hijau dalam raport pendidikan nasional.
"Capaian itu menjadi bukti bahwa penguatan pendampingan berbasis kolaborasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, Mujiburahman, menambahkan keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi perencanaan dan evaluasi berkala.
Workshop tersebut juga menekankan, pentingnya penggunaan data raport pendidikan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran enam bulan ke depan, termasuk penguatan peran pengawas sekolah melalui kelompok kerja pengawas (Pokjawas) di seluruh wilayah Kabupaten Bima.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026