Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menanggapi isu terkait Hantavirus yang bersumber dari tikus secara berlebihan.
Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin, mengatakan penyakit yang dikenal sebagai Hantavirus atau serupa dengan Leptospirosis, bukanlah kasus baru melainkan penyakit lama yang sudah lama dipantau.
"Di Kota Mataram, sejauh ini virus tersebut belum ditemukan," katanya.
Menanggapi pemberitaan yang marak di media sosial, Emirald meminta agar informasi tersebut tidak dibesar-besarkan, sehingga tidak menimbulkan ketakutan atau kepanikan massal di tengah masyarakat.
Penularan virus itu umumnya terjadi melalui kotoran dan air kencing tikus, terutama saat terjadi banjir atau adanya genangan air setelah hujan. Dengan gejala umum seperti mual, muntah, demam, serta gangguan saluran pernapasan yakni batuk dan flu.
Baca juga: Dinkes Mataram menyiapkan layanan penyakit kronis bagi lansia di posyandu
"Ini penyakit lama, hampir sama dengan Leptospirosis yang bersumber dari tikus. Upaya kita adalah bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pihaknya menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama.
Baca juga: Dinkes mencatat 71 persen calon haji Mataram berisiko tinggi
Masyarakat diharapkan segera membersihkan diri dengan sabun setelah beraktivitas di area yang terdapat genangan air atau selokan, rutin mencuci tangan, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.
"Hingga saat ini kami memastikan belum ada temuan kasus di wilayah Kota Mataram," katanya.
Sementara terkait arahan skrining dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejauh ini pihaknya menyatakan belum menerima edaran resmi dan akan terus meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan prosedur yang ada.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026