Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan kegiatan tender revitalisasi puskesmas yakni Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Pembantu Monjok pada Juni 2026 dengan anggaran Rp3,3 miliar.
"Jika tidak ada kendala, setelah tender, pengerjaan fisik bisa dimulai bulan Juli 2026," kata Kepala Dinkes Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin.
Menurutnya, dua proyek tersebut saat ini masih dalam proses administrasi di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta peninjauan oleh Inspektorat Kota Mataram.
Sejauh ini, lanjutnya, belum ada perubahan yang signifikan terhadap konsep revitalisasi yang telah diajukan, baik untuk konsep revitalisasi Puskesmas Pagesangan maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok.
"Alhamdulillah, kedua fasilitas kesehatan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk dilakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana layanan kesehatan," katanya.
Lebih jauh Emirald menyebutkan anggaran revitalisasi untuk dua layanan kesehatan sebesar Rp3,3 miliar tersebut bersumber dari APBD Kota Mataram, dengan rincian Rp2,2 miliar untuk revitalisasi Puskesmas Pagesangan dan Rp1,1 miliar untuk Pustu Monjok.
Baca juga: Dinkes Kota Mataram mengimbau masyarakat tidak panik soal Hantavirus
Perbaikan Puskesmas Pagesangan, katanya, dilakukan karena kondisinya yang sangat memprihatinkan apalagi saat hujan terjadi bocor di mana-mana sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung.
Bahkan Puskesmas Pagesangan juga berpotensi terdampak banjir karena posisi lebih rendah dibandingkan dengan jalan, karena itu dalam kegiatan revitalisasi juga akan dilakukan penyesuaian.
"Selain itu kami juga akan melakukan penataan terhadap sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan jenis layanan di Puskesmas Pagesangan," katanya.
Baca juga: Dinkes targetkan 11 puskesmas se-Mataram buka layanan fisioterapi
Dalam konsepnya, Puskesmas Pagesangan akan dilakukan perbaikan pada ruang rawat inap, IDG, penataan untuk menjadi dental center atau pusat layanan kesehatan gigi dan mulut yang akan dilengkapi dengan dokter spesialis.
"Puskesmas Pagesangan akan memiliki layanan unggulan yakni kesehatan gigi," katanya.
Sementara revitalisasi Puskesmas Pembantu Monjok dipilih menjadi yang pertama direvitalisasi karena kondisinya sudah memprihatinkan, apalagi berada di tengah kota sehingga melalui revitalisasi itu keberadaan Pustu Monjok akan dioptimalkan.
Dengan anggaran Rp1,1 miliar tersebut, Pustu Monjok akan ditingkatkan untuk memudahkan akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan tidak antre pada satu tempat.
Layanan di Pustu Monjok direncanakan juga akan ditingkatkan, seperti di Karang Pule, dengan menyiapkan sumber daya manusia selain perawat, juga ada dokter, dan bidan yang bisa membantu persalinan seperti di puskesmas.
"Karena itulah, sarana dan prasarana di Puskesmas Pembantu Monjok akan kami tingkatkan agar ke depan bisa menjadi puskesmas pembantu percontohan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026