"Forum ini tidak hanya menjadi tempat membangun relasi, tetapi juga membuka wawasan dan akses bagi pengembangan usaha di NTB,"
Mataram (ANTARA) - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat menggelar Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas peluang investasi dan memperkuat jejaring bisnis di NTB.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 12–13 Mei 2026 di Kota Mataram itu menghadirkan sejumlah agenda diskusi bisnis, investasi, hingga pengembangan wirausaha muda berbasis teknologi dan digitalisasi serta sosialisasi dari Bursa Efek Indonesia terkait pasar modal.
Ketua BPD HIPMI NTB Ismed Maulana mengatakan Forbisda 2026 dirancang sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus membuka akses bagi pelaku usaha untuk melihat potensi ekonomi yang berkembang di daerah.
"Forum ini tidak hanya menjadi tempat membangun relasi, tetapi juga membuka wawasan dan akses bagi pengembangan usaha di NTB," katanya.
Pada hari pertama, forum diisi dengan talkshow dan sambung rasa bersama calon Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo. Dalam sesi itu, peserta mendapatkan pandangan mengenai perkembangan dunia usaha nasional serta strategi menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
Selain itu, perwakilan Bursa Efek Indonesia juga hadir memberikan pemaparan terkait peluang perusahaan untuk melantai di pasar modal melalui skema Initial Public Offering (IPO) hingga menjadi perusahaan terbuka atau Tbk.
Panitia penyelenggara menilai forum tersebut penting untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan berbagai peluang investasi baru yang potensial dikembangkan di NTB, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, teknologi digital, hingga usaha kreatif berbasis masyarakat.
Kegiatan itu tidak hanya diikuti anggota HIPMI, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM, investor, dan masyarakat umum yang ingin memperluas peluang usaha sesuai potensi daerah.
Menurut Ismed, kondisi ekonomi global yang dipengaruhi kenaikan harga minyak memang memberikan tekanan terhadap sejumlah sektor usaha, terutama transportasi. Namun, para pengusaha diminta tetap adaptif dan mampu membaca peluang baru di tengah tantangan ekonomi.
"Beberapa sektor memang terdampak, terutama transportasi karena pengaruh harga minyak. Tetapi pengusaha harus mampu bertahan dan mencari peluang usaha lain yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Ia juga menilai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah belum terlalu berdampak signifikan terhadap dunia usaha, karena masih banyak program pemerintah pusat yang menyentuh sektor riil dan usaha kecil.
Salah satu program yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat ialah program MBG. Menurut dia, kebijakan terbaru dari BGN mulai membuka ruang keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai program tersebut.
"Sekarang satu dapur diwajibkan melibatkan sekitar 15 UMKM. Artinya usaha kecil mulai terserap dan ini menjadi perubahan yang sangat baik untuk perputaran ekonomi masyarakat," ucapnya.
Dalam forum tersebut, HIPMI NTB juga menyoroti meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia kewirausahaan. Perkembangan media sosial, teknologi, hingga pengaruh industri kreatif dinilai membuat profesi pengusaha semakin diminati kalangan Generasi Z.
Ismed mengatakan era digital saat ini menjadi momentum yang baik bagi anak muda untuk membangun usaha berbasis inovasi dan teknologi.
"Sekarang adalah era yang sangat baik bagi anak-anak muda untuk menjadi pengusaha. Karena itu HIPMI terus mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda," katanya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan global dan percepatan pembangunan di NTB.
Ia meminta para pelaku usaha muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam berbagai proyek strategis dan program pembangunan yang didanai pemerintah pusat.
"Banyak program dan anggaran dari pusat masuk ke NTB saat ini. Pengusaha muda harus mengambil bagian dari pembangunan tersebut agar manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat daerah," ujarnya.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026