Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menurunkan tim kesehatan hewan kurban ke sekitar 70 titik pedagang musiman yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Rabu, mengatakan, setiap kecamatan beranggotakan 6-7 orang petugas, termasuk dokter hewan dan dibantu juga dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) NTB serta melibatkan mahasiswa dari Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram.
"Tim tersebut sudah mulai turun sejak Selasa (12/5-2026) dan bertugas hingga H+3 Idul Adha 1447 Hijriah," katanya.
Johari yang ditemui di sela-sela turun melakukan pengecekan hewan kurban mengatakan, kegiatan pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual pedagang kepada masyarakat memenuhi syarat kesehatan maupun syariat Islam.
Fokus pemeriksaan meliputi pengecekan mendalam terhadap kondisi fisik hewan, baik kambing maupun sapi meliputi kesehatan fisik yakni pemeriksaan mata, kulit, dan kondisi tubuh secara keseluruhan untuk memastikan hewan tidak cacat atau sakit.
Tim juga memastikan hewan sudah cukup umur sebagai syarat kurban, yang ditandai dengan tanggal gigi atau kupak. "Alhamdulillah, dari beberapa pedagang yang kami datangi, sudah memenuhi syarat," katanya.
Setelah melakukan pemeriksaan, lanjutnya, Tim Kesehatan Hewan Kurban Kota Mataram akan memberikan surat pengakuan telah dilakukan pemeriksaan dan menyebutkan hewan kurban baik kambing maupun sapi yang mereka jual sehat dan layak.
"Jika ke depan ada tambahan hewan kurban yang datang lagi ke penjual, petugas kami kembali melakukan pengecekan kesehatan untuk memberikan jaminan hewan kurban yang sehat dan layak bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Distan Mataram pastikan ketersediaan daging aman hingga Idul Adha
Johari menambahkan, tim kesehatan hewan kurban akan bertugas sampai H+3 Idul Adha, karena pada hari pertama sampai ketiga Idul Adha petugas juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap daging kurban.
Petugas akan memastikan daging hewan kurban yang dipotong pada sejumlah fasilitas umum seperti di masjid, mushalla, pondok pesantren, sekolah, dan lainnya merupakan daging yang ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).
"Sebelum daging kurban dibagi, petugas kami terlebih dahulu memastikan daging tersebut layak konsumsi," katanya.
Baca juga: Distan Mataram antisipasi lahan pertanian dampak El Nino "Gozila"
Pasalnya, dari hasil temuan tahun-tahun sebelumnya, sering kali ditemukan kasus cacing hati meskipun secara fisik hewan kurban terlihat sehat, namun pada organ hati dan limpa sering ditemukan cacing.
"Kondisi terjadi kemungkinan karena pakan yang kurang bersih dan petugas akan memusnahkan bagian organ yang terdampak. Sedangkan, untuk daging dan lainnya dinilai masih aman dikonsumsi," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026