"Untuk penertiban lapak pedagang hewan kurban, kami juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan para pedagang hewan kurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, tidak menggunakan fasilitas umum sehingga tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang di Mataram, Kamis, mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan Kota Mataram tetap nyaman dan aman.

"Untuk penertiban lapak pedagang hewan kurban, kami juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak pedagang hewan kurban yang memanfaatkan fasilitas umum seperti di trotoar di sejumlah titik bahkan jalan utama untuk menjajakan hewan kurban, sehingga trotoar terkesan kotor dan kumuh.

Ia mengatakan, pedagang hewan kurban musiman hendaknya dapat mencapai lahan atau tempat berjualan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong sehingga tidak mengganggu mobilitas dan aksesibilitas, serta kenyamanan masyarakat. 

Selain itu, untuk menjaga keharmonisan antara pengguna jalan, warga sekitar, dan para pedagang, Pemerintah Kota Mataram mengimbau para pedagang untuk tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan perangkat pemerintahan setempat, seperti kepala lingkungan terutama terkait perizinan lapak.

"Hal itu penting untuk menjaga ketertiban lingkungan meski lapak tersebut bersifat temporer atau sementara," katanya. 

Martawang menambahkan, Kota Mataram memiliki visi "Mataram Harmoni" sehingga menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan sehingga pemerintah berupaya memfasilitasi kebutuhan ekonomi masyarakat menjelang Idul Adha tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebersihan kota.

Sementara terkait dengan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak pedagang, menjadi ranah Dinas Pertanian dan hal itu sudah dilakukan mulai Selasa (12/5-2026).

"Tim kesehatan hewan kurban itu, bekerja hingga H+3 Idul Adha, karena mereka bertugas juga memeriksa daging kurban sebelum dibagi ke masyarakat. Tujuannya, agar daging kurban yang diberikan sehat dan layak dikonsumsi," katanya.

Baca juga: Distan Mataram memastikan stok vaksin dan obat hewan kurban tersedia

Baca juga: Distan Mataram menurunkan tim kesehatan hewan kurban ke 70 titik

Baca juga: Tim kesehatan hewan kurban Mataram menemukan penyakit mata pada sapi

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026