Lombok Utara (ANTARA) - Aktivitas pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini tercatat menyerap sebanyak 837 pekerja dengan progres pembangunan mencapai 21,71 persen.
Penanggung Jawab Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Arahman mengatakan jumlah pekerja segera ditambah hingga mencapai sekitar 1.200 orang untuk mengejar target rampung pada 20 Juni 2026.
"Saat ini sudah ada sekitar 837 orang. Dari sisi perhitungan kami untuk mengejar selesai sesuai schedule harus tambah pekerja kurang lebih sampai 1.200 orang," ujar dia saat ditemui di Sekolah Rakyat Lombok Utara, NTB, Kamis.
Arahman menjelaskan penambahan tenaga kerja menjadi salah satu strategi utama dalam percepatan penyelesaian proyek konstruksi pembangunan Sekolah Rakyat.
Langkah itu dilakukan agar seluruh item pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Selain menambah jumlah pekerja, imbuh dia, sistem kerja dua shift juga diterapkan yang membuat aktivitas pembangunan berlangsung siang-malam atau selama 24 jam penuh.
"Untuk percepatan, kami upayakan di masing-masing masa pembangunan tenaga kerja diperbanyak," ucap Arahman.
Sekolah Rakyat Lombok Utara dibangun di atas lahan seluas 6,7 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Jumlah bangunan sebanyak 28 unit yang menghabiskan sekitar 2,8 hektare dari total lahan tersebut.
Berdasarkan pantauan ANTARA, ratusan pekerja tampak sibuk menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat yang telah melewati tahapan konstruksi fisik fondasi dan struktur utama tiang.
Baca juga: Menteri PKP Ara siap percepat renovasi 10 ribu rumah siswa SR
Beberapa pekerja ada yang bertugas membuat dak beton, menyiapkan besi-besi untuk struktur tiang, hingga menyemprot jalan berdebu menggunakan mobil tangki pengangkut air.
Suara gerinda yang memotong plat baja bercampur deru mesin kendaraan alat berat memecah keheningan Sekolah Rakyat yang berhadapan langsung dengan Laut Bali tersebut.
Sekolah Rakyat Lombok Utara dilengkapi berbagai fasilitas berupa lapangan upacara, gedung serbaguna, gedung belajar-mengajar, asrama putera dan asmara puteri, rumah susun guru, gudang dapur, ruang ekstrakurikuler, hingga penginapan.
Baca juga: Pemerintah menjanjikan beasiswa hingga peluang kerja bagi lulusan SR
Sekolah yang menghabiskan anggaran senilai Rp241 miliar tersebut hanya menerima 1.080 siswa dari kalangan keluarga kurang sejahtera yang masuk ke dalam kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin.
Sekolah Rakyat Lombok Utara merupakan lembaga pendidikan permanen dengan konsep terintegrasi dari tingkatan dasar hingga menengah atas. Proyek strategis nasional tersebut menyediakan asrama lengkap dengan lapangan basket dan mini soccer agar para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter dan kemandirian.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026