"Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada putra daerah merupakan langkah positif yang patut diapresiasi,"
Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi II Bidang Perekonomian DPRD Nusa Tenggara Barat, Lalu Arif Rahman Hakim mengapresiasi penunjukan putra daerah asal Lombok Tengah di jajaran komisaris Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit.
"Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada putra daerah merupakan langkah positif yang patut diapresiasi," ujarnya di Mataram, Jumat.
Ia menegaskan masuknya putra daerah dalam jajaran perusahaan strategis di NTB itu menjadi harapan baru agar daerah memiliki representasi dalam pengambilan kebijakan, meski saat ini posisi yang ditempati masih sebatas komisaris dan bukan manajerial operasional.
"Sudah bagus, artinya memberikan kepercayaan terhadap putra daerah. Kita banyak berharap dari daerah-daerah bisa masuk dalam jajaran pejabat," kata Arif.
Arif mengatakan, posisi komisaris memang tidak terlibat langsung dalam operasional perusahaan sehari-hari. Namun, komisaris memiliki fungsi penting dalam memberikan masukan, saran, dan pengawasan terhadap jalannya perusahaan.
Karena itu, ia berharap sosok yang ditunjuk sebagai komisaris mampu menunjukkan kapasitas dan kontribusi-nya untuk mendukung kemajuan MGPA maupun pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika secara umum.
"Komisaris itu fungsinya memberikan saran dan masukan. Jadi, kita berharap beliau bisa banyak memberikan kontribusi untuk pemajuan dan perkembangan MGPA," tegas anggota DPRD NTB dari Dapil Kabupaten Lombok Tengah ini.
Selain itu, penunjukan putra daerah tersebut benar-benar didasarkan pada kapasitas dan kompetensi yang dimiliki, sehingga mampu menjawab kepercayaan publik.
"Harapan kita beliau juga harus menunjukkan kapasitasnya, supaya penunjukan-nya memang tidak salah dan bisa memberikan dampak bagi daerah," katanya.
Lebih lanjut, ia juga berharap kehadiran MGPA dapat memberikan "multiplier effect" bagi masyarakat NTB, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sektor pariwisata, hingga peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Legislator: Ekonomi NTB minus 1,47 persen jangan dilihat secara parsial
Baca juga: Kalender kegiatan bulan Februari di Sirkuit Mandalika
Baca juga: IMI targetkan Bintan dan PIK sebagai sirkuit F1
Baca juga: Suharso dukung skema pembiayaan swasta untuk "green circuit"
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026