"Cabai Jawa terkirim terus, menumpuk terlalu banyak karena kiriman dari Jawa tidak ada putusnya,"

Mataram (ANTARA) - Harga komoditas cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai mengalami penurunan signifikan menjadi Rp72.000 per kilogram dari harga Rp82.000 per kilogram. 

Kepala Pasar Kebon Kota Mataram Malwi di Mataram, Jumat, mengatakan, penurunan harga cabai rawit terjadi mulai Kamis (14/5-2026), karena ketersediaan stok yang  tercukupi.

"Sejak kemarin, harga cabai sudah mulai turun dari Rp82.000 per kilogram menjadi Rp72.000 per kilogram. Penurunannya cukup signifikan sampai Rp10.000 dalam satu kilogram," katanya.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengepul dan pedagang cabai di Pasar Kebon Roek, katanya, penurunan harga cabai tersebut dipicu oleh melimpahnya pasokan cabai dari Pulau Jawa di tengah minimnya stok cabai lokal.

Informasi dari salah seorang pengepul yakni Rahman menyebutkan, kiriman cabai dari Pulau Jawa terus berdatangan tanpa henti sehingga stok melimpah dan membuat harga di tingkat pedagang tertekan.

"Cabai Jawa terkirim terus, menumpuk terlalu banyak karena kiriman dari Jawa tidak ada putusnya," katanya.

Kondisi itu, mengharuskan para distributor untuk menurunkan harga guna menghindari risiko cabai membusuk jika terlalu lama disimpan.

Meskipun harga cabai Jawa lebih terjangkau, masyarakat dan pedagang mengakui adanya perbedaan kualitas antara cabai lokal dan cabai luar daerah. 

Namun, karena ketiadaan pasokan lokal, cabai kiriman dan jenis cabai Baskara atau cabai dari Jawa kini menjadi pilihan utama para ibu rumah tangga dan pembeli di pasar.

Kondisi itu diprediksi akan terus bertahan selama pasokan dari Pulau Jawa masih mendominasi pasar dan panen cabai lokal belum kembali normal.

"Kalau seminggu yang lalu, kenaikan harga cabai yang mencapai di atas Rp80.000 per kilogram dipicu karena stok cabai lokal terbatas. Kini setelah cabai dari Jawa masuk, harga bisa turun," katanya.

Malwi berharap, pasokan cabai dari Pulau Jawa dan cabai lokal bisa tetap stabil agar harga cabai dapat terkendali, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026.

Baca juga: Disdag Kota Mataram gelar pasar rakyat sambut Idul Adha

Baca juga: Disdag Kota Mataram gelar pasar rakyat sambut Idul Adha

Baca juga: Mitra Bulog menjual Minyakita di pasar sesuai HET

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026