Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 13 desa ekspor untuk mengembangkan berbagai komoditas unggulan daerah dari mulai kopi, gerabah, wastra, rotan ketak perak hingga jagung agar menembus pasar internasional.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan program itu bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong desa memiliki kemampuan ekspor secara mandiri.

"Kami sudah memulai aktivitas awal kegiatan pada Mei-Juni 2026," ucap dia di Mataram, Senin.

Wiranata menjelaskan konsep desa ekspor bertujuan memperkuat hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan ke luar negeri, sehingga desa tidak lagi menghasilkan bahan mentah.

Salah satu desa ekspor yang sedang dipersiapkan adalah Sembalun di Kabupaten Lombok Timur yang menghasilkan kopi jenis arabika. Desa tersebut didorong agar mampu menciptakan aneka produk turunan kopi yang siap dijual ke luar negeri.

Baca juga: RSUD NTB melunasi utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar

"Kami dorong desa itu sampai menghasilkan bahan jadi. Kopi dilakukan hilirisasi, baru kami pertemukan dengan buyer," kata Wiranata.

Pada tahap awal, Dinas Perdagangan NTB menggandeng konsultan dari luar daerah untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha guna mengembangkan komoditas unggulan agar mampu menembus pasar ekspor.

Baca juga: Pemprov NTB tantang pelaku industri racik kopi campuran Lombok-Sumbawa

Wiranata berharap program desa ekspor tersebut dapat melahirkan eksportir-eksportir ulung yang mampu mendongkrak penjualan komoditas unggulan serta menciptakan kemandirian desa dalam rantai perdagangan internasional.

"Kami meminta pendampingan dari luar dulu untuk awal ini. Tapi kalau kami sudah bisa dampingi sendiri, baru kami pakai tenaga kami sendiri," pungkas Wiranata.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026