Lombok Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong para peternak untuk bisa mandiri dan inovatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah setempat.
"Pentingnya keberadaan kelompok ternak sebagai wadah bersama dalam memperkuat posisi peternak, baik dalam pemasaran hasil ternak maupun dalam mengakses bantuan dari pemerintah," kata Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri saat peringatan Hari Jadi ke-15 Kelompok Ternak Ngiring Datu Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga di Lombok Utara, Senin.
Ia mengatakan, dengan bergabung dalam kelompok ternak, para peternak akan lebih mudah dalam hal pemasaran maupun mengakses berbagai bantuan pemerintah.
"Selama diajukan atas nama kelompok, peluang untuk mendapatkan dukungan akan jauh lebih besar," katanya.
Ia juga mendorong agar kelompok ternak dapat menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai salah satu jalur distribusi hasil peternakan guna meningkatkan nilai ekonomi para peternak.
Selain itu, Wabup mengajak para peternak untuk mulai memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi sesuatu yang bernilai tambah, seperti biogas maupun pupuk organik.
"Kotoran ternak jangan dianggap limbah semata. Jika dikelola dengan baik bisa menjadi biogas untuk kebutuhan energi rumah tangga, bahkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia," jelasnya.
Baca juga: Bapanas memastikan distribusi SPHP jagung tepat sasaran bantu peternak
Wabup juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh anggota Kelompok Ternak Ngiring Datu atas perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 15 tahun.
"Selamat Hari Jadi ke-15 untuk Kelompok Ternak Ngiring Datu. Semoga semakin solid, semakin maju, dan terus menjadi contoh kelompok peternak yang mandiri serta mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi menyampaikan bahwa pihaknya telah mencatat sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh ketua kelompok ternak, khususnya terkait kebutuhan pengolahan limbah ternak.
Baca juga: Human Initiative menggandeng peternak lokal lewat program sebar kurban
"Kami sudah mencatat beberapa usulan yang disampaikan," katanya .
Oleh karena itu, ia meminta kelompok menyiapkan proposal permohonan bantuan pengolahan kotoran ternak, dengan catatan lahan untuk produksi dan tempat penyimpanan sudah disiapkan.
"Jika syarat itu terpenuhi, kami siap menindaklanjuti," katanya.
Peringatan hari jadi ini menjadi momentum penting bagi para peternak di Lombok Utara untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong lahirnya inovasi menuju peternakan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026