Seoul (ANTARA) - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membahas keamanan regional, krisis global, energi, dan rantai pasokan, demikian menurut kantor kepresidenan Korea Selatan, Selasa.
Kedua pemimpin itu melakukan "diskusi terbuka" tentang berbagai isu sebagai mitra strategis, kata Presiden Lee dalam pernyataan bersama usai pembicaraan keduanya di Andong.
"Secara khusus, kami sepakat bahwa kerja sama bilateral yang erat lebih diperlukan, mengingat ketidakstabilan rantai pasokan dan pasar energi akibat situasi terkini di Kawasan Timur Tengah," kata Presiden Lee.
Baca juga: Waka MPR mendorong Indonesia jadi pusat CCS Asia-Pasifik
Keduanya memiliki pandangan yang sama bahwa perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah harus secepat mungkin dipulihkan.
Menurut dia, PM Takaichi mengusulkan penguatan kerja sama dengan negara-negara Asia lainnya yang menghadapi gangguan pasokan sumber daya. Lee menambahkan bahwa Seoul mendukung inisiatif ini.
Baca juga: Pertamina records 1,321 BOPD output from LLA-6 development well
"Dua negara kita telah sepakat untuk lebih mempererat kerja sama di bidang LNG dan minyak mentah, yang merupakan sumber energi utama," kata Presiden Lee.
Disebutkan pula bahwa keduanya sepakat untuk memperluas kerja sama dalam pasokan LNG dan memperkuat koordinasi terkait cadangan minyak dan keamanan energi.
Pada kesempatan itu, keduanya juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama trilateral dengan Amerika Serikat dan membahas upaya bersama di bidang AI, eksplorasi ruang angkasa, dan biomedis.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Korsel dan PM Jepang bahas LNG, AI, dan keamanan regional
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026