"Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kecukupan listrik di Pulau Sumbawa kini semakin kuat. Sebelumnya pasokan listrik di wilayah ini masih mengalami kekurangan sehingga kebutuhan pelanggan PLN, termasuk sektor industri, belum dapat terpenuhi secara
Sumbawa (ANTARA) - PT PLN (Persero) melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi menyelesaikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 megawatt (MW) di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu.
Kehadiran pembangkit baru tersebut memperkuat ketahanan energi di Pulau Sumbawa sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri, pariwisata, pertambangan hingga UMKM di wilayah NTB.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan proyek PLTMG Sumbawa 2 telah rampung sejak Desember 2025 setelah melalui proses pembangunan selama dua tahun sejak dimulai pada akhir 2023.
Menurut dia, tambahan kapasitas listrik sebesar 30 MW membuat sistem kelistrikan Pulau Sumbawa semakin andal setelah sebelumnya mengalami keterbatasan pasokan daya.
"Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kecukupan listrik di Pulau Sumbawa kini semakin kuat. Sebelumnya pasokan listrik di wilayah ini masih mengalami kekurangan sehingga kebutuhan pelanggan PLN, termasuk sektor industri, belum dapat terpenuhi secara optimal," kata Rizki dalam kegiatan syukuran proyek bertajuk The New Energy of Sumbawa.
PLN mencatat kapasitas listrik di Pulau Sumbawa kini meningkat dari sekitar 160 MW menjadi 191 MW setelah PLTMG Sumbawa 2 beroperasi penuh. Dengan tambahan tersebut, sistem kelistrikan Pulau Sumbawa kini memiliki cadangan daya sekitar 20 persen dari total kebutuhan listrik.
Rizki menilai kondisi tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh wilayah Pulau Sumbawa, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi dan industri yang terus meningkat.
Ia menjelaskan Pulau Sumbawa saat ini berkembang sebagai kawasan industri baru dengan hadirnya proyek smelter, sektor tambang emas, tambak udang, hingga sektor pariwisata dan perhotelan.
"Pasokan listrik sekarang jauh lebih cukup dan dapat melayani kebutuhan industri maupun masyarakat dengan baik. Bahkan sebelumnya masih ada pelanggan rumah tangga yang belum bisa dilayani untuk penambahan daya, sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik," ujarnya.
PLN UIP Nusra memastikan tambahan daya dari PLTMG Sumbawa 2 telah menjangkau seluruh Sistem Tambora yang meliputi Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu hingga Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Sistem kelistrikan Pulau Sumbawa kini telah terinterkoneksi dari wilayah barat hingga timur sehingga distribusi energi listrik menjadi lebih stabil dan merata.
PLN juga berencana menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 60 MW lagi di Pulau Sumbawa hingga akhir 2027. Penambahan pembangkit akan difokuskan di sekitar Kota Sumbawa Besar guna memperkuat sistem kelistrikan daerah tersebut.
Selain memperkuat pasokan listrik, PLN mulai mengarahkan pengembangan energi di NTB menuju energi yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari target transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Rizki mengatakan PLTMG menggunakan bahan bakar gas yang lebih bersih dibandingkan dengan energi fosil konvensional sehingga dinilai lebih efisien dan rendah emisi.
PLN juga menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di NTB dengan total kapasitas sekitar 333 MW.
"Dari sekitar 1.000 MW tambahan pembangkit yang akan dibangun di NTB hingga tahun 2034, sekitar 46 persen berasal dari energi baru terbarukan, baik tenaga surya, gas, air maupun sumber energi bersih lainnya," ucapnya.
Saat ini total kapasitas pembangkit listrik terpasang di NTB, baik di Sistem Lombok maupun Sistem Sumbawa, mencapai sekitar 700 MW. Dalam 10 tahun mendatang, PLN menargetkan penambahan sekitar 1.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik seiring pertumbuhan ekonomi dan industri di daerah tersebut.
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menyampaikan PLTMG Sumbawa 2 telah menyelesaikan seluruh tahapan komisioning dan pengujian hingga akhirnya beroperasi penuh menggunakan tiga mesin atau full load 3 engine.
Menurut Yogi, masyarakat mulai merasakan manfaat pembangkit tersebut sejak sinkronisasi pertama pada 27 Desember 2025.
PLTMG Sumbawa 2 menggunakan teknologi dual fuel engine tipe 20V31DF produksi perusahaan Finlandia, Wärtsilä, dengan konfigurasi tiga mesin berkapasitas total 30 MW.
Teknologi tersebut memiliki efisiensi tinggi mencapai 50,2 persen pada mode gas dan 47,9 persen pada mode low fuel oil (LFO). Selain itu, pembangkit mampu mencapai kondisi full load dalam waktu sekitar lima menit.
Ia menjelaskan proyek tersebut mencatat sejumlah tahapan penting mulai dari initial firing pada 19 Desember 2025, first synchronization pada 27 Desember 2025 hingga performance test yang selesai pada April 2026.
"Yang membanggakan, pembangunan proyek ini berhasil mencapai zero accident selama proses konstruksi," katanya.
Dari sisi sistem kelistrikan, sebelum PLTMG Sumbawa 2 beroperasi, daya mampu Sistem Tambora hanya sekitar 168 MW dengan beban puncak 157 MW. Setelah pembangkit beroperasi, daya mampu meningkat menjadi 191,91 MW dengan reserve margin sekitar 21 persen.
PLN juga mencatat proyek tersebut mampu menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik di Sistem Tambora hingga sekitar Rp194 miliar per tahun.
Penurunan BPP terjadi dari Rp3.182 per kWh menjadi Rp3.001,49 per kWh setelah PLTMG Sumbawa 2 beroperasi penuh.
Yogi menilai proyek tersebut tidak hanya memperkuat keandalan listrik, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumbawa.
Menurut dia, tambahan daya 30 MW akan mendukung pertumbuhan sektor tambang emas, tambak udang, perhotelan, pariwisata hingga UMKM di Pulau Sumbawa sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Selama proses pembangunan, proyek PLTMG Sumbawa 2 melibatkan lebih dari 100 tenaga kerja lokal. Keberhasilan proyek itu, kata Yogi, merupakan hasil sinergi antara PLN Group, konsorsium PT Adhi Karya–KEPCO E&C, Wärtsilä, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat sekitar.
"Hari ini bukan sekadar seremoni penyelesaian proyek. Ini adalah momentum penting yang menandai keberhasilan perjuangan panjang dan kolaborasi besar dalam menghadirkan energi andal bagi Pulau Sumbawa dan Sistem Tambora," ujarnya.
Baca juga: PLN optimalisasi PLTMG Bima Unit 2 perkuat sistem kelistrikan Sumbawa
Baca juga: PLN siapkan pembangunan PLTMG Sumbawa 2 untuk memperkuat sistem kelistrikan
Baca juga: PLN Laporkan Penghambat Proyek Kelistrikan di NTB
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026