Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan arahan kepada agen maupun pangkalan untuk mengatur pembelian gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam rangka mengantisipasi kelangkaan gas pada libur panjang 2026.

"Saat ini pembelian gas elpiji bersubsidi 3 kilogram itu hanya di pangkalan, supaya warga membeli sesuai harga eceran tertinggi (HET)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Setiawan di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan para pangkalan juga telah diingatkan untuk mengatur atau membatasi pembelian tabung gas elpiji 3 kilogram, supaya tidak ada penimbunan secara bersamaan yang dapat kelangkaan tabung gas bersubsidi tersebut.

"Untuk kebutuhan rumah tangga harus diberikan satu tabung, kecuali untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah bisa 2 tabung gas," katanya.

"Persoalan selama ini ada warga yang membeli 3 sampai 5 tabung gas disimpan untuk stok," katanya.

Ia mengatakan hal itu cukup berdampak terhadap masyarakat lain, sehingga gas bersubsidi itu terkesan langka di lapangan, padahal pendistribusian tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Pertamina.

"Jumlah pangkalan gas elpiji di Lombok Tengah mencapai 600 pangkalan yang tersebar di 154 desa dan kelurahan," katanya.

"Keluhan untuk harga di atas HET itu selama ini terjadi di pengecer, sehingga pembelian saat ini harus di pangkalan," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data sementara jumlah kuota gas elpiji bersubsidi untuk masyarakat Lombok Tengah itu mencapai 24 ribu ton metrik per tahun dari total 34 ribu ton yang diusulkan.

"Kuota yang diberikan memang berkurang dari yang diusulkan," katanya.

Baca juga: TPID NTB intervensi harga minyak goreng dan elpiji

Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan skema pembelian tabung gas non subsidi bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan jabatan tertentu.

Hal itu dilakukan supaya program yang dilaksanakan pemerintah tersebut tepat sasaran.

"Tabung gas elpiji bersubsidi itu untuk masyarakat miskin. Untuk warga yang mampu ekonomi, harus menggunakan tabung gas warna ping atau biru," katanya.

Baca juga: NTB siapkan operasi pasar redam kelangkaan elpiji bersubsidi

Sebelumnya, PT Pertamina menyatakan menghadapi lonjakan konsumsi energi selama libur panjang 2026, pihaknya menambah stok energi di wilayah NTB dengan penyaluran tambahan hingga 60 persen dari kuota harian normal.

Pertamina menyiagakan sebanyak 89.960 tabung elpiji melalui skema penyaluran fakultatif. Penyaluran tambahan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pasokan elpiji di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur panjang.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026