Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan rehabilitasi tujuh sekolah di kota itu dengan anggaran Rp2,2 miliar.
"Proyek pengerjaan rehabilitasi tujuh sekolah tersebut bersumber dari APBD 2026. Kini sudah mulai berjalan dan ditargetkan rampung saat tahun ajaran baru 2026/2027," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Mataram Syarafuddin di Mataram, Rabu.
Dia menyebut tujuh sekolah yang menjadi sasaran rehabilitasi itu, meliputi SDN 30 Cakranegara, 40 Cakranegara, dan SDN model dengan kegiatan penambahan ruang kelas baru.
Selain itu, SDN 13 Ampenan dilakukan rehabilitasi, atap, dan penataan ruang kelas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia menjelaskan kondisi SDN 13 memang sudah lama dan atapnya mulai miring sehingga rawan terhadap keselamatan siswa.
"Kami tentu tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada bangunan sekolah yang dapat membahayakan pelajar dan guru," katanya.
Baca juga: Kasus korupsi gedung sekolah di Sumbawa Barat menuju tahap penuntutan
Selain itu, kata Syarafuddin, rehabilitasi sekolah berupa penambahan ruang kelas baru juga dilaksanakan untuk SMP yakni SMPN 8, SMPN 17, dan SMPN 19 Mataram.
"Untuk kegiatan di tingkat SMP semuanya untuk penambahan ruang kelas baru, guna mendukung fasilitas di sekolah tersebut seiring peningkatan jumlah siswa," katanya.
Baca juga: Mataram dapat kuota program rehabilitasi 50 sekolah
Dia mengatakan dengan total anggaran Rp2,2 miliar masing-masing sekolah mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan yakni mulai dari Rp200 juta, Rp300 juta, hingga Rp400 juta per sekolah.
Terkait dengan mekanisme pengerjaan, katanya, seluruh proyek ini menggunakan sistem penunjukan langsung mengingat nilai anggaran di bawah batasan wajib tender, yakni di bawah Rp400 juta.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026