Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta seluruh kepala sekolah tingkat menengah memeriksa kondisi bangunan sekolah setelah insiden dua ruang kelas ambruk akibat faktor usia bangunan di SMA Negeri 7 Mataram.
Kepala Dinas Pendidikan NTB Syamsul Hadi mengatakan pada Selasa (19/5) malam pihaknya telah menerbitkan surat edaran agar seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB mengecek bangunan dan segera melakukan mitigasi.
"Hal ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi agar apa yang terjadi kemarin (19/5) di SMA Negeri 7 Mataram tidak terulang di sekolah lain," ujar dia di Mataram, Rabu.
Ia menyebut 271 sekolah tingkat atas di bawah kewenangan Dinas Pendidikan NTB.
Dugaan sementara insiden ruang kelas ambruk di SMA Negeri 7 Mataram akibat usia bangunan yang sudah berumur 20 tahun. Bangunan itu didirikan pada 2006 oleh pihak komite sekolah.
Dia mengatakan usia 20 tahun untuk fasilitas umum sudah tergolong tua dan membutuhkan perhatian khusus agar bisa bertahan lama.
"Itu bangunan yang dulu dibangun oleh komite pada 2006. Kami tidak tahu bagaimana perencanaan, pengawasan, tenaga ahli, dan sebagainya karena hampir sebagian besar guru pada waktu itu dibangun itu belum bertugas di sana," ucap dia.
Baca juga: Disdik Mataram merehabilitasi tujuh sekolah anggaran Rp2,2 miliar
Insiden ruang kelas XI B2 dan XI B3 yang ambruk di SMA Negeri 7 Mataram terjadi sekitar pukul 12.30 Wita pada 19 Mei 2026. Kejadian saat jam istirahat siang tersebut menyebabkan lima pelajar terjebak reruntuhan.
Pemerintah NTB menyebut empat siswa mengalami luka ringan, sedangkan satu siswa mengalami trauma dan perlu berada di rumah sakit lebih lama untuk keperluan observasi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap. Kondisi itu menyebabkan bangunan yang menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton tersebut ambruk.
Baca juga: Disdik Kota Mataram finalisasi merger sejumlah SD dongkrak mutu pendidikan
Pemerintah Provinsi NTB memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang menjadi korban atas insiden ambruk dua ruang kelas di SMA Negeri 7 Mataram.
"Pembiayaan ditanggung oleh pemerintah provinsi dari perawatan hingga mereka kembali sehat," demikian Syamsul.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026