Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta bantuan pemerintah pusat untuk merevitalisasi dua ruang kelas yang ambruk dan melukai lima siswa di SMA Negeri 7 Mataram.
Kepala Dinas Pendidikan NTB Syamsul Hadi mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna mengusulkan perbaikan bangunan sekolah tersebut.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur SMA di Jakarta, Insya Allah segera kami tindak lanjut komunikasi, karena sepertinya ada sinyal lampu hijau untuk kami diberikan perhatian terkait musibah yang terjadi di SMAN 7 Mataram," ucap dia saat ditemui di Mataram, Rabu.
Syamsul menuturkan pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah pusat tentang dua ruang kelas yang ambruk dan revitalisasi segera agar layanan pendidikan tetap berjalan normal.
Baca juga: Dinas Pendidikan NTB meminta seluruh kepala sekolah cek kondisi bangunan
Dinas Pendidikan NTB segera menindaklanjuti penyusunan proposal dan melengkapi persyaratan administrasi agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera diproses.
"Kami melakukan komunikasi intensif untuk segera (lengkapi syarat administrasi). Kami ingin layanan pendidikan terkait kebutuhan ruang kelas terpenuhi di sana," kata Syamsul.
Ia menjelaskan bangunan yang ambruk tersebut merupakan ruang kelas yang dibangun oleh komite sekolah pada tahun 2006. Menurutnya, usia bangunan sekitar dua dekade sudah tergolong tua untuk fasilitas umum.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap. Kondisi itu lantas menyebabkan bangunan yang menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton tersebut ambruk.
Baca juga: Disdik Mataram merehabilitasi tujuh sekolah anggaran Rp2,2 miliar
Syamsul menuturkan kegiatan belajar siswa terdampak dipindahkan sementara ke ruang kelas XII yang sudah tidak digunakan setelah ujian semester selesai.
"Sementara ini mereka pakai ruang kelas XII yang kebetulan ruang kelas itu sudah selesai ujian semester. Mudah-mudahan kami segera bisa mendapatkan bantuan," pungkas dia.
Insiden ambruknya ruang kelas XI B2 dan XI B3 di SMA Negeri 7 Mataram terjadi sekitar pukul 12.30 WITA pada 19 Mei 2026. Kejadian saat jam istirahat siang tersebut menyebabkan lima pelajar terjebak reruntuhan.
Pemerintah NTB menyebut empat siswa mengalami luka ringan, sedangkan satu siswa mengalami trauma dan perlu berada di rumah sakit lebih lama untuk keperluan observasi.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026