Mataram (ANTARA) - Seorang calon haji dari kloter 11 Embarkasi Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci, Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Amin, membenarkan satu orang calon haji dari Kloter 11 atas nama Muhammad Dowasi asal Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa meninggal di Arab Saudi pada Selasa (19/5).

"Informasi ini diterima dari laporan ketua kloter. Dari 393 orang, 2 tanazul ke Kloter 11, satu orang meninggal, satu orang di rawat RS King Faisal dan dua orang dalam perawatan di kamar hotel," ujarnya di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan laporan masing-masing ketua kloter mulai dari Kloter 1 sampai Kloter 15 Embarkasi Lombok, tercatat sejumlah jamaah haji menderita penyakit dan harus di rawat di Rumah Sakit King Faisal Makkah.

Baca juga: Pemkot Mataram mengingatkan calon haji fokus persiapan ibadah di Armuzna

Beberapa penyakit yang diderita jamaah haji, seperti batuk, pilek atau inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam, dan sesak. Hal ini disebabkan cuaca panas di Arab Saudi yang bisa mencapai 47 derajat celcius.

"Bahkan satu orang dari kloter 1 harus dirujuk ke Rumah Sakit King Faisal untuk dioperasi pemasangan ring," kata Lalu Amin.

Baca juga: Bandara Lombok sudah melayani keberangkatan 5.862 calon haji di NTB

Meski secara umum kondisi jamaah baik dan sehat, namun sebagai langkah antisipasi seiring kondisi cuaca panas di Tanah Suci, jamaah diberikan edukasi berupa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, istirahat cukup dan banyak minum air putih.

Diketahui seluruh calon haji Embarkasi Lombok, NTB kini sudah berada di Arab Saudi. Total jamaah haji NTB sebanyak 5.804 orang terbagi dalam 15 kloter. Sementara jumlah petugas kloter sebanyak 60 orang.

"Total calon Embarkasi Lombok mencapai 5.864 orang, terdiri dari 5.804 jamaah dan 60 petugas," katanya.




Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026