Mataram (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan keterbatasan pasokan listrik di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai teratasi berkat pengoperasian pembangkit listrik tenaga mesin gas atau PLTMG Sumbawa II berkapasitas 30 megawatt.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara Rizki Aftarianto mengatakan daya mampu Sistem Tambora sebelum pembangkit tersebut beroperasi hanya sekitar 168 megawatt dengan beban puncak 157 megawatt.

"Kecukupan listrik di Pulau Sumbawa kini semakin kuat. Sebelumnya pasokan listrik di wilayah itu masih mengalami kekurangan, sehingga kebutuhan pelanggan kami termasuk sektor industri belum dapat terpenuhi secara optimal," ujar dia dalam keterangan di Mataram, Rabu.

Rizki menceritakan kapasitas listrik di Pulau Sumbawa meningkat dari 168 megawatt menjadi 191,91 megawatt setelah pembangkit mesin gas tersebut beroperasi penuh sejak Desember 2025.

Cadangan listrik sebesar 20 persen dari total kebutuhan listrik membuat suplai energi menjadi lebih andal ketimbang sebelumnya yang masih mengalami keterbatasan daya.

Dia menilai cadangan listrik yang besar penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi terutama di tengah pertumbuhan ekonomi dan industri yang terus meningkat.

Pulau Sumbawa saat ini berkembang sebagai kawasan industri baru di Nusa Tenggara Barat dengan kehadiran proyek smelter, sektor tambang emas, tambak udang, hingga sektor pariwisata dan perhotelan.

"Pasokan listrik sekarang jauh lebih cukup dan dapat melayani kebutuhan industri maupun masyarakat dengan baik," kata Rizki.

Baca juga: PLN resmikan PLTMG Sumbawa 2, ketahanan energi listrik NTB bertambah 30 MW

Lebih lanjut dia memastikan tambahan daya dari PLTMG Sumbawa II telah menjangkau seluruh Sistem Tambora yang meliputi Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kota Bima hingga Kabupaten Bima.

Sistem kelistrikan Pulau Sumbawa saat ini juga sudah terhubung dari wilayah barat hingga timur, sehingga distribusi energi listrik menjadi lebih stabil dan merata.

Hingga akhir 2027, perusahaan setrum pelat merah berencana menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 60 megawatt untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa.

Baca juga: PLN UIW NTB optimalkan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di Mataram

Manager Unit Pelaksana Proyek Nusa Tenggara I, Yogi Yohannes Siburian mengatakan PLTMG Sumbawa II telah menyelesaikan seluruh tahapan pengujian dan kini beroperasi penuh menggunakan tiga mesin.

PLTMG Sumbawa II menggunakan teknologi dual fuel engine tipe 20V31DF produksi perusahaan Finlandia, Wärtsilä, dengan konfigurasi tiga mesin berkapasitas total 30 megawatt.

Teknologi tersebut memiliki efisiensi tinggi mencapai 50,2 persen pada mode gas dan 47,9 persen pada mode low fuel oil (LFO). Selain itu, pembangkit mampu mencapai kondisi full load dalam waktu sekitar lima menit.

Yogi menjelaskan proyek tersebut mencatat sejumlah tahapan penting mulai dari initial firing pada 19 Desember 2025, first synchronization pada 27 Desember 2025 hingga performance test yang selesai pada April 2026.

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026