Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingatkan jajaran sekolah di kota itu untuk tidak memberatkan para orang tua terkait uang perpisahan yang dapat menghambat siswa masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
"Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh anak di Kota Mataram dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis.
Hal tersebut disampaikan menyikapi mulai adanya keresahan orang tua terhadap biaya perpisahan siswa kelas akhir yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan berbagai kegiatan seremonial, bahkan hingga acara di hotel.
Menanggapi hal tersebut pihaknya dalam waktu dekat segera mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah se-Kota Mataram baik tingkat TK, SD, maupun SMP.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan solusi terbaik dan menegaskan kembali bahwa pihak sekolah tidak diperbolehkan memberatkan siswa maupun orang tua dalam bentuk apapun.
Pemerintah berkomitmen agar proses transisi siswa, baik dari tingkat SD ke SMP maupun dari SMP ke SMA, tidak menjadi beban finansial bagi pihak keluarga.
Langkah itu diambil sebagai bentuk pelaksanaan arahan langsung dari Wali Kota Mataram untuk memastikan Program Wajib Belajar 12 Tahun di wilayah tersebut dapat tercapai secara maksimal.
"Dengan mengurangi beban biaya perpisahan, diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi orang tua dan siswa, serta meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menuntut ilmu," katanya.
Baca juga: Disdik Mataram merehabilitasi tujuh sekolah anggaran Rp2,2 miliar
Sementara terkait pelaksanaan acara sekolah, Martawang menyatakan hal tersebut bersifat opsional dan situasional. Karena itu pihaknya mengimbau agar tidak ada stratifikasi atau perbedaan perlakuan antar-siswa berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua.
"Orang tua yang memiliki kemampuan finansial lebih diharapkan memiliki kepedulian dan empati terhadap keluarga siswa yang kurang mampu," katanya.
Baca juga: Disdik Kota Mataram finalisasi merger sejumlah SD dongkrak mutu pendidikan
Martawang menegaskan fokus utama manajemen pendidikan saat ini adalah menjaga keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak di Kota Mataram.
"Terkait dinamika atau kegiatan yang terjadi di luar kebijakan resmi, hal tersebut berada di luar ranah kebijakan Dinas Pendidikan. Namun, prinsip dasar untuk tidak memberatkan masyarakat akan tetap menjadi acuan utama," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026