“Penelaah buku teks memiliki tugas penting untuk memastikan buku yang diproduksi dan digunakan di sekolah benar-benar berkualitas serta sesuai dengan kurikulum dan prinsip pembelajaran,”

Bima (ANTARA) - Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima, Syarifuddin, S.Pd, M.App. Ling, terpilih menjadi tim penelaah Buku Teks Pendamping (BTP) di Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tahun 2026.

Syarifuddin, yang akrab disapa Syarif Husni, akan bergabung bersama akademisi, guru, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia untuk menelaah muatan buku teks tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK sebelum diedarkan ke sekolah-sekolah.

“Penelaah buku teks memiliki tugas penting untuk memastikan buku yang diproduksi dan digunakan di sekolah benar-benar berkualitas serta sesuai dengan kurikulum dan prinsip pembelajaran,” katanya di Bima, Kamis.

Ia menjelaskan, proses penunjukan tim penelaah dilakukan melalui tahapan seleksi yang cukup panjang sejak akhir 2025. Tahapan tersebut diawali dengan seleksi administrasi dan kompetensi di Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan atau Training of Trainers (ToT) Penelaah Buku Teks Pendamping.

Setelah dinyatakan lulus dan memenuhi kualifikasi, dirinya resmi diundang menjadi bagian dari tim penelaah BTP tahun 2026.

Mahasiswa Program Doktor Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia itu mengatakan tugas penelaah tidak hanya memeriksa isi buku, tetapi juga memastikan aspek tampilan, ilustrasi, grafika, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sesuai dengan kurikulum, budaya, dan wawasan kebangsaan.

"Semua aspek dalam buku harus sesuai dengan prinsip pembelajaran dan nilai kebangsaan sehingga buku yang diedarkan benar-benar layak digunakan peserta didik," ujarnya.

Pengalaman panjang di dunia pendidikan menjadi salah satu modal penting dalam mengikuti seleksi tersebut. Syarifuddin memulai karier sebagai guru Bahasa Inggris pada 2011 dan aktif dalam berbagai organisasi profesi serta pelatihan pendidikan.

Pada periode 2015-2019, ia dipercaya menjadi kepala sekolah. Selanjutnya, pada 2022-2024, ia terlibat dalam Program Sekolah Penggerak yang membuatnya banyak berinteraksi dengan guru dan siswa di Pulau Sumbawa.

Selain aktif sebagai dosen tetap, ia juga menjabat Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Taman Siswa Bima.

Saat ini, Syarifuddin tengah menempuh pendidikan doktor melalui Program Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) dengan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026