"Peserta tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak memahami bahwa dakwah harus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata,"

Kota Mataram (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Pengkajian, Pengembangan, dan Pengamalan Islam Kemuhammadiyahan (LP3IK), meneguhkan penguatan Teologi Al-Ma’un dan dakwah berdampak melalui Kemah Dakwah Organisasi Otonom (ORTOM) ke-5 di Sembalun, Lombok Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 15-16 Mei 2026 itu mengusung tema “Transformasi Paham Teologis Menuju Gerakan Dakwah Berkemajuan yang Berdampak” dan diikuti 39 peserta dari organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan UMMAT, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ketua panitia penyelenggara Muhamad Sahril, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembinaan kader baru ORTOM agar memiliki pemahaman keislaman, kemuhammadiyahan, dan kepedulian sosial yang kuat.

"Peserta tidak hanya dibekali pemahaman ideologi, tetapi juga diajak memahami bahwa dakwah harus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis.

Kepala LP3IK UMMAT Dr. Muhammad Anugrah Arifin, M.Pd.I, menegaskan bahwa paham ketuhanan dalam Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada aspek ibadah personal, tetapi harus melahirkan kepedulian sosial dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Menurut dia, hubungan manusia dengan Allah SWT harus tercermin melalui hubungan antarsesama manusia yang diwujudkan dalam sikap empati, kepedulian, dan aksi sosial.

"Iman tidak cukup hanya diukur dari kesalehan personal, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat bagi orang lain," katanya.

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan Teologi Al-Ma’un yang diwariskan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, yakni dakwah yang tidak hanya menitikberatkan pada penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga pembelaan terhadap kaum lemah dan penyelesaian persoalan sosial masyarakat.

"Setinggi apa pun penguatan ideologi yang dilakukan tidak cukup jika tidak melahirkan dampak sosial. Karena itu, kader ORTOM harus memahami bahwa dakwah harus turun langsung ke masyarakat," ujarnya.

Sebagai implementasi dakwah berdampak, kegiatan Kemah Dakwah ORTOM ke-5 dirangkaikan dengan pembagian 70 paket sembako kepada warga Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sembalun. Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-46 UMMAT.

Rektor UMMAT yang diwakili Wakil Rektor IV Dr. TGH. Zaenuddin, M.Pd.I, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai ruang pembinaan kader muda Muhammadiyah yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Menurut dia, organisasi otonom Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai penggerak dakwah kampus dan agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

"Kader ORTOM harus mampu menjadi teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Selain pembinaan ideologi dan aksi sosial, kegiatan tersebut juga menghadirkan lomba video kreatif sebagai ruang ekspresi dakwah digital mahasiswa.

Pada lomba tersebut, Video Terbaik I diraih IMM Komisariat Ibnu Khaldun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Video Terbaik II diraih IMM Komisariat FKIP, dan Video Terbaik III diraih IMM Komisariat Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Melalui Kemah Dakwah ORTOM ke-5, UMMAT menegaskan komitmennya dalam membina kader yang berideologi kuat, berkarakter Islami, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat dakwah berkemajuan.

Baca juga: Mahasiswa Ummat belajar sensitivitas sosial di TPA Kebon Kongok
Baca juga: UMMAT kirim empat atlet Tapak Suci ke Muhammadiyah Games 2026
Baca juga: STM serahkan sampel Deposit Onto ke UMMAT, perkuat pembelajaran geologi

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026