Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Pendidikan telah mengajukan usulan perbaikan bagi 45 sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke pemerintah pusat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Syarafuddin di Mataram, Kamis, mengatakan sebanyak 45 sekolah yang diajukan itu terdiri atas 30 SD, dan 15 SMP.
"Semua proses usulan kini masih melewati proses verifikasi dan menunggu panggilan dari pusat berdasarkan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masing-masing sekolah," katanya.
Salam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) sifatnya hanya mengetahui, kata dia, sebab berbagai proses usulan dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) renovasi sepenuhnya dilakukan oleh sekolah.
Dengan demikian besaran nilai usulan bantuan renovasi sekolah bervariasi mulai dari ratusan juta hingga ada yang mencapai Rp1 miliar lebih, tergantung jenis fasilitas sekolah yang akan diperbaiki.
Misalnya, kata dia, ada yang akan memperbaiki tembok keliling, ruang kelas, atap, dan yang paling banyak adalah untuk perbaikan fasilitas toilet.
Apabila usulan sekolah tersebut disetujui oleh pemerintah pusat, lanjutnya, pihak sekolah atau kepala sekolah bersangkutan akan dipanggil langsung oleh pemerintah pusat untuk tandatangan bantuan renovasi.
"Anggaran bantuan akan masuk langsung ke rekening masing-masing sekolah dan dikelola sepenuhnya oleh sekolah," katanya.
Baca juga: Mataram dapat kuota program rehabilitasi 50 sekolah
Sementara khusus kegiatan revitalisasi sekolah yang dilaksanakan dengan menggunakan APBD Kota Mataram tahun 2026, kata dia, saat ini sedang berjalan di 7 sekolah dengan total anggaran Rp2,2 miliar.
Sebanyak tujuh sekolah yang menjadi lokasi kegiatan rehabilitasi sekolah saat ini meliputi SDN 30 Cakranegara, 40 Cakranegara, dan SDN model dengan kegiatan penambahan ruang kelas baru.
Sedangkan untuk SDN 13 Ampenan dilakukan rehabilitasi atap dan penataan ruang kelas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Perbaikan sekolah rusak di Lombok Timur dilakukan bertahap
Selain itu kegiatan rehabilitasi sekolah berupa penambahan ruang kelas baru juga dilaksanakan sekolah tingkat SMP yakni SMPN 8, SMPN 17, dan SMPN 19 Mataram.
"Untuk kegiatan di tingkat SMP semuanya untuk penambahan ruang kelas baru, guna mendukung fasilitas di sekolah tersebut seiring peningkatan jumlah siswa," katanya.
Dengan total anggaran Rp2,2 miliar, kata dia, masing-masing sekolah mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, yakni mulai dari Rp200 juta, Rp300 juta, hingga Rp400 juta per sekolah.
Terkait mekanisme pengerjaan, tambahnya, seluruh proyek ini menggunakan sistem Penunjukan Langsung (PL) mengingat nilai anggarannya berada di bawah batasan wajib tender yakni di bawah Rp400 juta.
"Proyek rehabilitasi 7 sekolah tersebut ditargetkan rampung saat tahun ajaran baru 2026/2027," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026