"Peserta dikawal sejak proses pelatihan sampai pelepasan resmi sehingga mereka memiliki kepastian dan rasa aman saat bekerja di Jepang,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi kepada Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bali Tosha Lombok Kochi yang dinilai konsisten membuka peluang kerja dan magang ke Jepang bagi pemuda NTB melalui program pelatihan tenaga kerja terampil.

Sebanyak 22 peserta magang asal Nusa Tenggara Barat resmi dilepas untuk bekerja di Jepang dalam acara yang digelar di Mataram, Jumat (22/5). Kegiatan tersebut dirangkaikan cara pelepasan menggunakan pakaian adat NTB dan disaksikan keluarga peserta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, H Aidy Furqan, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi keseriusan lembaga pelatihan tersebut dalam mendampingi peserta sejak tahap pendidikan hingga keberangkatan ke Jepang.

Menurut dia, pendampingan yang dilakukan secara menyeluruh penting untuk memberikan rasa aman sekaligus meminimalkan persoalan tenaga kerja migran yang kerap terjadi.

"Peserta dikawal sejak proses pelatihan sampai pelepasan resmi sehingga mereka memiliki kepastian dan rasa aman saat bekerja di Jepang," katanya.

Program pengiriman tenaga kerja magang ke Jepang itu dinilai menjadi salah satu solusi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda NTB, terutama di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang.

Para peserta dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 10 hingga 27 Juli 2026. Mereka akan ditempatkan di sejumlah sektor industri seperti konstruksi, pengelasan, scaffolding, perawatan bangunan, hingga industri pengolahan makanan.

Direktur Utama LPKS Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurahman, mengatakan pelepasan peserta tahun ini terasa berbeda karena seluruh calon pekerja mengenakan pakaian adat sebelum bertolak ke Jepang.

Ia menyebut penggunaan pakaian adat menjadi simbol bahwa para peserta tetap membawa identitas budaya daerah saat bekerja di luar negeri.

"Walaupun mereka bekerja di Jepang, mereka tetap membawa budaya dan identitas daerah asal," ujarnya.

Abdurahman menjelaskan seluruh peserta telah menjalani karantina dan pelatihan intensif selama kurang lebih dua bulan sebelum keberangkatan. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan bahasa Jepang, budaya kerja, tata cara kehidupan sehari-hari, hingga simulasi aktivitas di lingkungan kerja Jepang.

Menurut dia, peserta juga diwajibkan menyelesaikan sekitar 50 bab pembelajaran bahasa Jepang atau setara kemampuan dasar yang menjadi syarat perusahaan penerima di Jepang.

"Pelatihan dilakukan agar peserta siap secara mental, bahasa, dan keterampilan ketika mulai bekerja," ucapnya.

Ia menambahkan proses persiapan hingga pemberangkatan rata-rata membutuhkan waktu sekitar satu tahun, mulai dari pelatihan dasar hingga proses administrasi dan kontrak kerja.

Abdurahman mengatakan pekerja magang di sektor konstruksi berpotensi memperoleh gaji bersih antara Rp16 juta hingga Rp23 juta per bulan, tergantung jenis pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja.

Selain itu, para peserta mendapatkan kontrak kerja selama tiga tahun dan memiliki peluang perpanjangan kontrak sesuai performa kerja masing-masing.

"Masa kontrak awal selama tiga tahun dan bisa diperpanjang jika kinerja mereka baik," katanya.

Untuk memperluas akses pelatihan, pihaknya juga meluncurkan program pendidikan berbasis daring melalui Skybridge Nusantara International School. Program tersebut ditujukan bagi calon peserta dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan belajar bahasa Jepang.

Melalui program daring itu, peserta hanya dikenakan biaya sekitar Rp100 ribu per bulan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang secara online. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kelas reguler yang mencapai sekitar Rp15 juta.

LPKS Bali Tosha Lombok Kochi mencatat sejak berdiri hingga 2026 telah memberangkatkan lebih dari 4.000 peserta magang ke Jepang dari berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut diharapkan terus memperkuat kompetensi tenaga kerja muda NTB sekaligus meningkatkan peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan terampil bagi masyarakat daerah.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026