Jakarta (ANTARA) - Dewa United Banten ke perebutan tempat ketiga Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026 setelah kalah 86-100 pada babak semifinal dari wakil Taiwan Taoyuan Pauian Pilots di Arena Larkin Indoor Stadium, Johor Bahru, Malaysia, Sabtu.
Dikutip dari laman FIBA, tim asuhan Agusti Julbe itu akan menghadapi wakil Mongolia, Chinggis Broncos, demi posisi ketiga turnamen, Minggu (24/5).
Saat bersua Taoyuan Pilots, Dewa United sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dan kedua tim saling bergantian mencetak angka.
Meski tampil agresif, tim berjuluk Anak Dewa menutup kuarter pertama dalam posisi tertinggal tipis 32-35.
Memasuki kuarter kedua, Dewa United tampil lebih solid dan berhasil mengambil alih kendali permainan. Serangan yang lebih efektif membuat mereka mampu mencetak 31 poin, sementara Taoyuan Pilots hanya membukukan 23 angka. Keunggulan itu membawa Dewa United menutup kuarter dua dengan skor 63-58.
Baca juga: Dewa United Banten membungkam Hi-Tech di BCL Asia-East 2026
Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan selepas jeda. Pada kuarter ketiga, produktivitas poin Dewa United menurun drastis. Dewa hanya mampu menambah 12 angka, sementara Taoyuan Pilots tampil lebih tajam hingga berbalik unggul 81-75.
Baca juga: Dewa United membungkam Chinggis Brancos 95-52 di BCL Asia-East 2026
Tertinggal enam poin, Dewa United mencoba bangkit pada kuarter penentuan. Akan tetapi, DJ Cooper dan rekan-rekannya kembali kesulitan menembus pertahanan lawan. Sebaliknya, Taoyuan Pauian Pilots bermain konsisten dan mengumpulkan poin untuk memperlebar jarak.
Dewa United akhirnya tak mampu mengejar ketertinggalan dan harus mengakui keunggulan tim asal Taiwan tersebut dengan skor akhir 86-100.
Dari sisi individu, Troy Gillenwater tampil sebagai penyumbang angka terbanyak bagi Dewa United dengan koleksi 33 poin, tujuh rebound, dan dua assist. Sementara itu, Josh Ibarra mencatatkan double-double lewat torehan 12 poin dan 15 rebound.
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026